Kumparan Logo

Tangis Nindy Ayunda Iringi Proses Pemakaman Ayah Tercinta

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Pemakaman Ayah Nindy Ayunda di TPU Jeruk Perut, Jakarta Selatan, Senin (25/11) siang. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pemakaman Ayah Nindy Ayunda di TPU Jeruk Perut, Jakarta Selatan, Senin (25/11) siang. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan.

Mata sembab masih terlihat jelas di wajah penyanyi Nindy Ayunda saat tiba di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Senin (25/11).

Nindy turut mengantarkan jenazah ayah tercinta, Fadly Yunis (62), ke tempat terakhirnya. Ia tiba di pemakaman sekitar pukul 12.46 WIB.

Mengenakan busana serba hitam, Nindy Ayunda jalan perlahan seraya tertunduk bersama sang ibunda Ratmulyati, ke lokasi liang lahat ayahnya.

Suasana Pemakaman Ayah Nindy Ayunda di TPU Jeruk Perut, Jakarta Selatan, Senin (25/11) siang. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan.

Saat keranda dibawa menuju liang lahat, pelantun 'Cinta Cuma Satu' ini tak kuasa menahan air matanya. Ia pun langsung duduk di samping liang lahat sang ayah.

Adik Nindy pun ikut turun ke liang lahat untuk memasukkan jenazah sang ayah di tempat peristirahatan terakhir. Rintik hujan yang turun pun tidak mengganggu proses pemakaman ayah Nindy.

Ketika jenazah sudah mulai dimasukkan, Nindy kembali menangis seraya memanggil ayah tercinta. "Bapak, bapak,” kata Nindy sembari terisak.

Nindy Ayunda tak kuasa menahan tangis saat jenazah ayahnya dimasukkan ke liang lahat, di TPU Jeruk Perut, Jakarta Selatan, Senin (25/11) siang. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan.

Saat adzan dikumandangkan, Nindy dan adiknya mendoakan ayahnya. Mereka pun terus menangis. “Terima kasih, bapak,” ucap Nindy sambil menangis.

Kepergian Fadly Yunis untuk selama-lamanya, memang dirasa sangat mengagetkan bagi Nindy dan keluarga. Sebab, tanpa ada tanda-tanda sakit, Fadly Yunis tiba-tiba meninggal di kediamannya, pada Minggu (24/11) siang, akibat serangan jantung.

Nindy pun tak berada di samping sang ayah saat napas terakhirnya. Hal itu seakan membuat Nindy terus sedih dan menangis sejak kemarin hingga saat ini.

Suasana Pemakaman Ayah Nindy Ayunda di TPU Jeruk Perut, Jakarta Selatan, Senin (25/11) siang. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan.

Dalam proses pemakaman itu, Nindy juga mengajak suami serta anaknya, Abhirama Danendra Harsono. Mereka berada di samping Nindy.

Setelah jenazah dikuburkan, adik Nindy menaruh foto almarhum di dekat papan nisan. Nindy pun langsung berada di samping kuburan sambil memegang tanah kuburan.

“Sebelum tahlil, kami atas nama keluarga besar almarhum Haji Fadly Yunis mengucapkan ribuan terima kasih yang besar kepada kerabat dan juga keluarga besar dari saudara, ipar, keponakan. Kita berkumpul di tempat ini untuk yang terakhir kalinya untuk mengantar orang tua,” ucap salah seorang ustaz yang mewakili keluarga.

Nindy Ayunda tak kuasa menahan tangis saat jenazah ayahnya dimasukkan ke liang lahat, di TPU Jeruk Perut, Jakarta Selatan, Senin (25/11) siang. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan.

“Almarhum mungkin semasa hidupnya, tutur katanya pada keluarga, teman, mungkin dalam pergaulan, ada punya kesalahan dan perkataan yang tidak enak, kami mohon maaf. Semoga almarhum di alam yang ketiga ini, ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya,” sambungnya.

Setelah ustaz menyampaikan sambutan, orang-orang yang hadir ke pemakaman membaca surah Al Fatihah, dan dilanjutkan dengan pembacaan surah-surah pendek dan tahlil.

Nindy Ayunda tak kuasa menahan tangis saat jenazah ayahnya dimasukkan ke liang lahat, di TPU Jeruk Perut, Jakarta Selatan, Senin (25/11) siang. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan.

Selama pembacaan doa berlangsung, keluarga terdekat yang hadir melakukan tabur bunga di atas kuburan. Mereka juga menyiram kuburan dengan air dalam botol.

Setelah itu, Nindy Ayunda memberikan kesempatan kepada keluarga yang lain untuk menabur bunga. Ia pun terus memandangi kuburan ayah tercinta sambil menangis.