Kumparan Logo

Taylor Swift Daftarkan Merek Dagang Atas Suaranya untuk Cegah Penyalahgunaan AI

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi sekaligus penulis lagu asal AS Taylor Swift. Foto: Johannes Eisele/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi sekaligus penulis lagu asal AS Taylor Swift. Foto: Johannes Eisele/AFP

Penyanyi Taylor Swift mengambil langkah serius untuk mencegah penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI). Langkah hukum ini diambil untuk melindungi identitasnya di era AI.

Dilansir Variety, perusahaan Taylor Swift mendaftarkan permohonan merek dagang ke kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada 24 April lalu. Ada tiga permohonan merek dagang yang didaftarkan oleh pihak Swift ketika itu.

Dua di antaranya terkait dengan merek dagang suara yang mencakup suaranya. Pertama adalah 'Hey, it's Taylor Swift' dan yang lainnya ialah 'Hey, it's Taylor'.

Sementara itu merek dagang ketiga adalah merek dagang visual yang mencakup foto Taylor Swift memegang gitar merah muda, dengan tali hitam serta mengenakan pakaian ketat berwarna-warni dengan sepatu boot perak. Dalam foto itu Dia berdiri di atas panggung merah muda di depan mikrofon berwarna-warni dengan lampu ungu di latar belakang.

Pengajuan permohonan itu, dilayangkan atas nama TAS Rights Management milik Swift. Permohonan merek dagang ini turut mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan talenta di industri hiburan terkait potensi berbahaya AI, untuk mencuri kemampuan artis dalam mengendalikan suara dan penampilan mereka tanpa persetujuan.

Sebelum mengajukan permohonan tersebut, penampilan Swift telah digunakan tanpa izin dalam banyak konten palsu AI. Termasuk oleh chatbot AI Meta serta dalam gambar pornografi yang sempat beredar di internet.

Tak hanya itu, menjelang pemilihan presiden AS 2024 lalu, Donald Trump membagikan gambar Taylor Swift hasil AI, yang secara tidak akurat menyiratkan bahwa Swift telah mendukungnya.

The Eras Tour Taylor Swift. Foto: ANDRE DIAS NOBRE/AFP

Sebelum Swift, aktor Matthew McConaughey telah mengamankan merek dagang serupa. Permohonan itu diajukan pada tahun 2025 lalu ke Kantor Paten & Merek Dagang AS.

Pihak McConaughey memberikan delapan merek dagang untuk aktor tersebut. Termasuk di antaranya adalah merek suara pada audio McConaughey yang mengatakan, 'Alright, alright, alright!' yang merupakan kalimat ikoniknya dari film komedi Dazed and Confused.

Langkah hukum yang diambil Taylor Swift dan Matthew McConaughey ini menunjukkan keseriusan sejumlah figur publik dalam melindungi dirinya dari penyalahgunaan AI.