Teddy soal Bekas Bekam di Punggung Lina: Bukan Itu Penyebab Kematian

Suami Lina Jubaedah, Teddy Pardiana, mengakui istrinya sempat dibekam di Garut pada 31 Desember 2019. Menurut dia, Lina memang gemar dibekam, terutama ketika merasa pusing.
Namun demikian, kematian Lina tidak ada sangkut-pautnya dengan bekam.
"Iya, benar. Kalau itu tanggal pas tanggal 31 Desember. Karena emang pusing kan kalau Bunda Lina emang suka dibekam. Dari dulu juga emang sering dibekam. Tapi bukan itu (bekam) penyebab (kematian)," kata Teddy setelah diperiksa di Satreskrim Polrestabes Bandung, Jumat (10/1).
Teddy mengatakan, bekam bertujuan untuk kesehatan dan kebugaran. Karena itu, ia meminta agar jangan ada dugaan bahwa bekam merupakan penyebab kematian Lina.
Menurut Teddy, alangkah baiknya masyarakat fokus pada hasil forensik yang dilakukan oleh dokter.
"Yang saya lihat sih kalau bekam itu kan bikin sehat, ya. Jadi jangan bilang (bekam penyebab kematian), nanti kasian yang tukang bekamnya. Jadi nanti kita lihat ini hasilnya dari forensik atau dari dokter. Jangan fokus ke itunya," ucap Teddy.
"Di Garut (dibekamnya). Beliau (Lina) sendiri yang bawa alat bekamnya dan nanti minta dibekam," imbuh Teddy.
Pengurus DKM Masjid Al-Muhajirin yang turut memandikan jenazah, Sugiarti atau dikenal Ibu Kosim, melihat ada bekas bekam pada bagian punggung Lina. Ia menduga bekas bekam sudah tiga hari berada di punggung Lina.
Sementara disinggung soal ada atau tidak luka lebam di bagian leher, Ibu Kosim tidak mengetahuinya.
"Saya kurang tahu soal lebam di leher. Seperti ada bekas bekam. Di punggung saya bilang ke yang mandikan ada bekas bekam," ucap Ibu Kosim.
Lina meninggal dunia pada 4 Januari lalu. Mantan istri Sule ini jatuh pingsan usai salat Subuh di kediamannya bersama Teddy di Jalan Neptunus, Kompleks Margahayu Raya, Bandung, Jawa Barat.
Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Al-Islam. Namun sesampainya di rumah sakit, Lina dinyatakan meninggal dalam perjalanan.
Lina kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga Teddy yang terletak di Jalan Sekelimus Utara I nomor 25, Bandung, Jawa Barat. Namun berdasarkan kesepakatan keluarga, makam Lina dipindahkan dipindahkan ke TPU Nagrog, Ujungberung, Bandung.
Pemindahan lokasi makam Lina dilakukan agar akses keluarga untuk berziarah menjadi mudah.
Meninggalnya Lina menjadi perbincangan karena Rizky Febian, anak Lina dari pernikahan dengan Sule, melapor ke Satreskrim Polrestabes Bandung, Jawa Barat, pada 6 Januari lalu. Ia merasa ada kejanggalan dalam kematian sang ibu.
Atas laporan Rizky Febian, polisi telah melakukan olah TKP di kediaman Lina dan Teddy di Kompleks Margahayu Raya, Bandung, Rabu (8/1). Dalam olah TKP itu, polisi mengamankan sejumlah barang, yakni CCTV, komputer PC berwarna hitam, dan ponsel milik Lina.
Polisi melanjutkan proses pembongkaran makam untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah Lina pada Kamis (9/1).
Hasil dari autopsi atas jenazah Lina kemungkinan baru bakal diketahui dalam dua pekan ke depan. Polisi akan melakukan serangkaian proses, termasuk toksikologi di Puslabfor Mabes Polri.
Teddy mengatakan bahwa sang istri wafat karena penyakit asam lambung yang diidapnya.

