'Tell Me', Pertanyaan Jevin Julian Terhadap Idealisme

Sejak Jevin Julian dan istrinya, Rinni Wulandari, dikaruniai bayi laki-laki bernama Nord Kiano Julian, karya musik cowok berusia 26 tahun itu jadi jarang terdengar. Hal ini membuat para penggemar bertanya-tanya karena sebelumnya, Jevin dan Rinni cukup aktif sebagai duo bernama Soundwave.
Meski demikian, Jevin masih sering tampil di beberapa bar sebagai seorang DJ. Jevin juga masih aktif bekerja di belakang layar sebagai produser musik.
Bekerja secara komersial kelihatannya membuat Jevin kurang puas. Maka dari itu, Jevin merilis single terbarunya yang berjudul 'Tell Me', sebuah lagu bernuansa chill electronic music yang dark dan sendu lengkap dengan permainan piano sebagai sentuhan terakhir.
Dari keterangan tertulis yang diterima kumparan hari ini, Senin (9/7), 'Tell Me' bercerita tentang Vincent, sosok yang sedang merindukan masa kecilnya. Vincent adalah seorang pelukis paruh baya. Namun, seiring berjalannya waktu, Vincent merasa ada yang salah dan hilang di dalam dirinya. Vincent sadar bahwa dia telah kehilangan kemampuan untuk berkhayal karena dirinya telah tumbuh dewasa.
Bisa dibilang, Vincent adalah Jevin. Lewat video yang diunggah Jevin ke akun Instagramnya, @jevinjulian, adik Sissy Priscillia itu mengungkapkan bahwa dia 'kaget' dengan dunia musik yang ia tekuni saat ini. Dugaan utamanya, karena Jevin tidak bisa menjadi seorang yang idealis saat berada di industri musik.
"Gue ada di industri musik baru sebentar, mungkin gue kaget juga, gue ngelupain musik yang jadi hobi. Gue kehilangan sanity dalam bermusik. Jadi, gue pengin bikin musik yang gue pengin saja tanpa embel-embel apapun," ucapnya.
Jevin tidak sendiri dalam proyek solonya itu. Jevin menggandeng Neonomora atau Ratih Suryahutamy untuk pembuatan liriknya. "Di studio, lo calm down, gue di situ bantu ngerangkai jadi lirik yang megah. Suara pianonya, (Jevin bilang) I feel like I was listening to a heartbeat, his heart. Ini adalah kesedihan dan kebahagiaan Jevin," terang Neonomora.

kumparan setuju jika Jevin mengatakan bahwa dia membuat 'Tell Me' tanpa embel-embel apa pun. 'Tell Me' berbeda dengan musik Jevin yang biasa dia bawakan, dengan Soundwave, misalnya. Jika Soundwave identik dengan lagu-lagu yang energik atau electro dance bertempo cepat dan fun, 'Tell Me' adalah lagu sendu yang 'menyakitkan' dan tidak dimaksudkan untuk dijual secara komersial.
As blood runs through the veins, I feel something's wrong inside my brain.
Have I been living in pain? This time I can't tell and can't explain.
I want to feel the love, The love I've ever had was not enough.
Sing me a lullaby, Send me to a night with firefly.
Jika kamu membaca liriknya dan menyambungkannya dengan Vincent, sosok fiksi ciptaan Jevin itu sedang bertanya-tanya di mana nyawanya saat ini. Vincent yang diceritakan pada bagian verse adalah Vincent yang sedang mencari kesalahan di dalam dirinya dan tengah bersiap untuk menerima kenyataan pahit dalam bentuk realitas.
You may not know, The reason why, For a time I wasn't I.
Hide in the shadows, Where music lies, For a time I wasn't I.
Tell me, Would you live the life without your sanity? Or you rather live with vanity? Tell me.
Sesuai dengan curhat Jevin dalam video di Instagramnya, kakak Vanesha Prescilla itu menghadirkan kata 'musik' di lagu 'Tell Me'. Tentu saja, karena musik adalah cinta matinya.
Pada chorus, Jevin memperkuat 'Tell Me' dengan bertanya pada dirinya sendiri, yakni 'Apakah kamu ingin hidup dengan rasa waras, atau hidup sia-sia?'. Kalimat 'Tell Me' yang dimaksud di sini juga bukan ditujukan pada orang lain, melainkan pada dirinya sendiri untuk meyakinkan dirinya apakah pilihan hidupnya sudah tepat, sesuai ekspektasi, atau menjadi tolak ukur pencapaiannya selama ini.
Di tengah lagu, alunan piano berirama jazz dilantunkan. Permainan piano yang halus itu menjadi penyegar telinga. Bisa dibilang, sebagai relaksasi. Permainan piano usai dan pendengar dibawa kembali ke chorus.
Beautiful. 'Tell Me' adalah sebuah lagu yang emosional dan karya idealis Jevin Julian. Lagu ini memang hanya bisa diterima oleh sebagian masyarakat, tapi Jevin seakan tak peduli dengan hal itu. Karena terkadang, tak ada salahnya mendahulukan ego daripada orang lain.
