Terkena Serangan Jantung di Tengah Pandemi COVID-19, Ini Pesan Brian May 'Queen'

Beberapa hari lalu, gitaris band Queen, Brian May, mengaku terkena serangan jantung. Berkat penanganan cepat dari tim medis, kondisi May kini sudah baik.
Demi menjaga kesehatan para fans, ia mengungkapkan sebuah pesan di Instagram. Menurutnya, pesan ini penting untuk diketahui banyak orang.
"Hari ini, aku punya pesan yang rasanya lebih penting ketimbang perkembangan kondisi kesehatanku. Ini tentang apa yang kupelajari setelah terkena serangan jantung," ungkap May.
Brian May mengaku, saat terkena serangan jantung, ia sempat panik dan ketakutan. Ia sempat merasa enggan untuk ke rumah sakit karena takut dioperasi. Virus corona juga membuatnya ragu.
"Apalagi, sekarang ada virus corona yang membuatku dan kebanyakan orang lain menjadi semakin takut untuk ke rumah sakit. Karena, kita takut terjangkit," tuturnya.
Namun, May merasa, hal itu tidak benar. Sebab, rumah sakit pasti punya protokol yang tepat untuk menangani pasien, baik yang terjangkit COVID-19 atau pun tidak.
"Dokterku, Dr. Johnson Hill, memintaku untuk menyebarkan pesan ini. Ia mengatakan, jangan sampai orang-orang takut pergi ke rumah sakit saat tahu bahwa mereka terkena serangan jantung," kata May.
"Karena, hal itu membuat serangan jantung yang menyerangmu semakin parah. Ketika akhirnya kau pingsan dan baru dibawa ke rumah sakit, penanganannya akan sulit dan kesempatan selamat juga semakin kecil," sambungnya.
Meski saat ini pandemi COVID-19 sedang menjadi perhatian semua orang di seluruh dunia, penyakit-penyakit lain termasuk serangan jantung tidak boleh disepelekan. Sebab, COVID-19 bukan satu-satunya penyakit yang mematikan.
"Kalian harus sadar, tingkat kematian karena penyakit yang bukan COVID-19 juga tinggi. Bahkan, sama tingginya dengan kematian karena COVID-19," ujar May.
Di akhir video, ia sekali lagi menekankan agar para fans mau dengan sigap menelepon tim medis atau pergi ke rumah sakit jika mereka merasa terkena serangan jantung. Sebab, pada akhirnya Brian May yang mengalami hal itu juga pergi ke rumah sakit, mendapat perawatan, dan kini bisa sembuh.
"Saat itu, aku ke rumah sakit dan menerima perawatan serta operasi. Setelah operasi selesai, aku bangun pagi-pagi, dan tidak merasa sakit. Memang setiap hari aku harus minum berbagai jenis obat. Tapi, itu adalah pengorbanan kecil," tutupnya.
