The Battle of Surabaya Menangi Kompetisi Film di Eropa

Film Battle of Surabaya meraih penghargaan Best Animation or Animated Sequence dalam pagelaran Milan International Filmmaker Festival yang dihelat pada tanggal 25 November hingga 2 Desember lalu di Milan, Italia.
The Battle of Surabaya berhasil mengalahkan 6 nominator film animasi lainnya, yaitu film Requiem for Greed, The Hunt, Nephilim, Outside, The Moment, dan Unmasked.
Dikutip dari Antara, Senin (4/12), trofi kemenangan diserahkan pada hari puncak pagelaran festival tersebut di kota Milan, Sabtu (2/12). Sayangnya pihak produser film, MSV Pictures berhalangan hadir, sehingga diwakili oleh ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Italia.
Kemenangan film animasi karya anak muda ini pun mendapatkan apresiasi positif dari pihak KBRI Indonesia di Italia, Esti Andayani. Menurutnya, ini merupakan langkah positif dan tanda bahwa industri kreatif di Indonesia mulai diperhitungkan di dunia.
"Terpilihnya Battle of Surabaya sebagai film animasi terbaik di kancah perfilman internasional membuktikan bahwa Indonesia pantas diperhitungkan sebagai animator kelas dunia," kata Esti.
Pagelaran Milan International Filmmaker Festival merupakan sebuah rangkaian festival film bergengsi di 5 kota besar di dunia. Kota-kota tersebut adalah London, Nice, Madrid, Amsterdam, dan Milan. Jadi sudah sepantasnya kita berbangga dengan torehan yang dicapai anak bangsa tersebut.
"Ajang Milan International Filmmaker Festival 2017 dilaksanakan sejak 25 November hingga 2 Desember 2017 dan dihadiri oleh para pembuat film bertalenta tinggi dari seluruh dunia. Dalam kesempatan dimaksud, saya menjadi saksi tingginya apresiasi terhadap film Battle of Surabaya yang disutradarai Aryanto Yuniawan tersebut. Hal ini membanggakan dan semakin mendorong semangat kita sebagai generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi", ujar Ketua PPI Italia, Basofi, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri.
The Battle of Surabaya merupakan film animasi karya M. Suyanto, Hery Soelistio, Adi Djayusman, dan Aryanto Yuniawan. Film ini diadaptasi dari sejarah perjuangan rakyat Surabaya pada perang tanggal 10 November 1945.
Latar belakang film tersebut adalah serangan bom yang dilakukan terhadap kota Nagasaki dan Hiroshima oleh sekutu. Dengan kejadian tersebut, Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Tetapi perjuangan belum usai, perlawanan terhadap penjajahan dilanjutkan, hingga puncaknya terjadi pada tanggal 10 November yang dikenal dengan pertempuran Surabaya.
