The Jansen hingga Seringai Pecahkan Magnumotion Loud Fest Bogor

Festival musik keras berjudul Magnumotion Loud Fest digelar di Sentul Oto Park. Dalam gelaran perdananya, festival musik tersebut dimeriahkan oleh sejumlah musisi seperti The Jansen hingga Seringai.
Mereka tampil bergiliran di hadapan berbagai elemen dalam skena musik keras. Grup band The Jansen mengatakan bahwa festival musik dengan konsep tersebut jarang sekali ditemukan.
"Terus sangat menyenangkan. Line-up-nya juga seragam, nggak terlalu jauh, nggak terlalu cross-genre," ujar The Jansen.
Menurutnya, respons penonton pada penyelenggaraan perdana tersebut juga cukup positif. Hal ini bisa menjadi modal bagi Magnumotion untuk mengembangkan festival pada tahun-tahun berikutnya.
“Mengingat ini yang perdana dan ternyata pecah banget. Ini bisa jadi gambaran buat mereka ke depannya, ‘Wah, kayaknya tahun depan harus lebih mantap lagi,’” lanjut The Jansen.
Seringai Perkenalkan Fase Baru di Magnumotion Loud Fest Bogor
Sementara itu, Seringai melihat Magnumotion Loud Fest sebagai salah satu momentum penting dalam perjalanan mereka. Kehadiran di festival ini sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa karakter Seringai dan memperkenalkan fase baru kepada penonton.
“Penampilan di Magnumotion Loud Fest ini menjadi salah satu momentum penting buat kami, terutama karena ini merupakan titik awal dari rangkaian festival yang akan kami jalani," ujar Seringai.
"Kami ingin membawa energi dan karakter Seringai seperti yang selama ini dikenal, tetapi juga memberikan sesuatu yang terasa lebih segar. Jadi buat kami, tampil di sini bukan hanya soal bermain di atas panggung, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan fase baru Seringai kepada penonton,” tambahnya.
Magnumotion Loud Fest Bogor menghadirkan sejumlah nama dari lintas generasi dan spektrum musik alternatif, mulai dari Seringai, For Revenge, The Paps, 510, Morfem, Stand Here Alone, Cloath, hingga Kraken.
Keberagaman line-up tersebut menjadi bagian dari pendekatan Magnumotion untuk menghadirkan spektrum musik keras yang berkembang melalui beragam pendekatan musikal dan latar belakang komunitas.
Festival ini juga memberikan ruang bagi band pendatang baru (emerging bands) untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas.
Setelah Bogor, rangkaian Magnumotion dijadwalkan berlanjut ke Medan pada tanggal 13 September dan Bandung yang direncanakan berlangsung pada bulan Oktober.
