Kumparan Logo

The Panturas Siapkan Lagu Lawas dan Dora Saat Tampil di Synchronize Fest 2025

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel The Panturas (dari kiri ke kanan) Ijal (gitar), Acin (Vokal dan gitar), Kuya (drum), dan Gogon (Bass), saat berkunjung ke kumparan, Selasa (30/9). Foto: Vincentius Mario/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Personel The Panturas (dari kiri ke kanan) Ijal (gitar), Acin (Vokal dan gitar), Kuya (drum), dan Gogon (Bass), saat berkunjung ke kumparan, Selasa (30/9). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Grup band The Panturas menjadi salah satu penampil yang patut ditunggu dalam gelaran Synchronize Festival hari ketiga pada 5 Oktober 2025.

Band asal Jatinangor ini beranggotakan Acin (Vokal dan gitar), Ijal (Gitar), Gogon (Bass), dan Kuya (Drum) siap menyajikan energi surf rock yang selalu menghibur para penggemarnya.

Yang spesial, The Panturas menyiapkan setlist berisi cover lagu-lagu lawas mereka di Synchronize Fest 2025.

"Tempat pertama kita manggung di Synchronize Fest, jadi kami ada mau sedikit flashback, bawakan beberapa lagu yang sudah lama kita enggak bawakan. Beberapa cover lagu yang udah lama enggak kita bawakan juga," kata Bagus Patria alias Gogon saat berkunjung ke kumparan, Selasa (30/9).

Personel The Panturas (dari kiri ke kanan) Ijal (gitar), Acin (Vokal dan gitar), Kuya (drum), dan Gogon (Bass), saat berkunjung ke kumparan, Selasa (30/9). Foto: Vincentius Mario/kumparan

The Panturas soal Penampilan di Synchronize Festival

Selain itu, The Panturas akan kembali menghadirkan Dora, kapal ikonik yang dulu selalu mereka bawa ke panggung di awal karier.

"Dan kami juga mau bawakan Dora. Dora itu kapal The Panturas yang kami bawa setiap manggung, zaman dulu, sekitar dua tahunan kita enggak bawa lagi. Nah, besok di Synchronize kami bawakan Dora untuk teman-teman yang berselancar dengan kami," tutur Gogon.

Sementara itu, drummer The Panturas, Surya Fikri alias Kuya, melihat Synchronize adalah titik capai bagi musisi Indonesia.

"Kami selalu melihat, Synchronize ini sebuah respectable di festival. Ketika sebuah band masuk ke festival ini, ya ada tempat gitu di musik Indonesia," ucap Kuya.

Kuya mengenang momen perdana The Panturas main di Synchronize pada 2019 lalu.

"XYZ Stage itu enggak gede, tapi enggak terlalu kecil juga. Itu terasa banget intimatenya. Tahun ini kami mau bawakan itu lagi, karena kami pikir The Panturas sama Synchronize itu punya catatan sejarah yang menyenangkan," ungkap Kuya.

Personel The Panturas (dari kiri ke kanan) Ijal (gitar), Acin (Vokal dan gitar), Kuya (drum), dan Gogon (Bass), saat berkunjung ke kumparan, Selasa (30/9). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Selain The Panturas, hari ketiga Synchronize Fest juga dimeriahkan oleh Wijaya 80, Padi Reborn, Maliq & D'Essentials, Jason Ranti, Lomba Sihir, Reality Club, The Adams, hingga Elvy Sukaesih × Tokyo Ska Paradise.

Hari ketiga juga dimeriahkan oleh program Centil Era, yaitu deretan penyanyi wanita Indonesia sejak era 2000an hingga kini, yaitu Astrid, Aura Kasih, Citra Scholastika, Shanty, SHE, Sinta dan Jojo, T2, Naykilla.

Synchronize Fest 2025 siap menyajikan musik multi-genre berskala nasional yang digelar selama tiga hari, tiga malam, dengan tiga panggung utama dan tiga panggung tambahan.