Kumparan Logo

The Sounds Project Buka Suara soal Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
The Sounds Project Vol.4 Foto: Hesti Widianingtyas/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
The Sounds Project Vol.4 Foto: Hesti Widianingtyas/kumparan

The Sounds Project menanggapi video viral terkait dugaan penistaan agama di salah satu booth sponsor, Newport, di acara tersebut pada 9 Agustus lalu.

Dugaan penistaan agama itu terjadi karena ada tantangan ke peserta berupa hafalan QS Adh-dhuha. Peserta yang berhasil akan memperoleh hadiah berupa 1 botol minuman keras.

Dalam pernyataan yang diunggah di akun Instagram, pihak The Sounds Project mengaku mengecam kejadian di booth Newport.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tulis mereka.

Pihak The Sounds Project menegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar kendali mereka.

"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," tulis mereka.

instagram embed

Pihak The Sounds Project mengungkapkan bahwa mereka tidak akan pernah menoleransi dugaan penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di acara musik tersebut, termasuk sponsor dan mitra kerja sama.

Terkait dugaan penistaan agama tersebut, The Sounds Project telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan persoalan hingga tuntas.

Pihak The Sounds Project juga melakukan pengawalan ketat dan meminta Newport segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung pada insiden tersebut sehingga bisa dipertanggungjawabkan perbuatannya secara penuh.

"Kami melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi dalam penyelenggaraan acara selanjutnya," tulis pihak The Sounds Project.

Pihak The Sounds Project mengatakan rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh pengunjung acara tersebut merupakan nilai yang mereka pegang teguh sebagai penyelenggara.

"Dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," tulis pihak The Sounds Project.

Klarifikasi MC soal Dugaan Penistaan Agama di Booth Sponsor The Sounds Project

MC di booth Newport, Ega, telah memberikan klarifikasi mengenai dugaan penistaan agama tersebut lewat unggahan di akun Instagramnya.

"Saya Ega selaku MC pada acara musik yang bertugas di booth Newport pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu," tulis Ega.

Ega menjelaskan saat jeda acara, ia melakukan interaksi dengan pengunjung yang ada di booth Newport.

Kemudian, lanjut Ega, ada seorang pengunjung yang mengenakan atasan putih tiba-tiba mengambil alih mic-nya.

"Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut," tulisnya.

Ega mengaku lalai untuk mengambil alih mic tersebut saat mengetahui mengenai penyampaian sayembara.

"Karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand," tulisnya.

Ega menegaskan bahwa pihak brand tidak mempunyai sangkut paut atas kejadian tersebut. Persoalan tersebut jadi pembelajaran untuk dirinya.

"Sekali lagi, saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut sehingga menimbulkan kegaduhan," tulis Ega.