Kumparan Logo

Throwback Bella Saphira, Ratu Sinetron Era 2000-an

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Throwback: Bella Saphira Foto: infografik:Sabryna Putri Muviola/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Throwback: Bella Saphira Foto: infografik:Sabryna Putri Muviola/kumparan

Saat kecil, menjadi seorang artis bukanlah profesi yang diidamkan Bella Saphira. Wanita kelahiran 6 Agustus 1973 ini sejatinya bercita-cita menjadi seorang arsitek ternama.

Namun, berkat paras cantiknya yang melambangkan keanggunan gadis Indonesia -- mata bulat dan kulit sawo matang-- justru membawa wanita bernama asli Bella Saphira Veronica Simanjuntak itu masuk ke gerbang popularitas dengan menjadi model di era '80-an.

embed from external kumparan

Semua berawal saat Bella berhasil menjadi salah satu finalis GADIS Sampul di usia 15 tahun pada tahun 1988. Di ajang tersebut, Bella kurang beruntung. Ia dikalahkan oleh Mareta Artuti yang menjadi juara satu, serta Desy Ratnasari dan Ismi Dahlia di posisi dua dan tiga.

Tidak mau hanya mengembangkan bakat di dunia modelling, Bella sempat menjadi finalis Voice of Asia, kompetisi menyanyi internasional, pada 1991. Meski kalah dari penyanyi asal Malaysia, Ning Baizura, setidaknya Bella membuktikan jika ia memiliki kualitas di dunia tarik suara.

Dan terbukti, di era '90-an, album Bella yang bertajuk 'Nostalgia SMA' (1996) sangat populer.

embed from external kumparan

Tidak hanya sebagai penyanyi, Bella juga punya popularitas tinggi sebagai pemain sinetron. Di akhir era '90-an dan 2000-an awal, Bella diketahui bermain di delapan sinetron berbeda, termasuk 'Melangkah di Atas Awan' (1997), 'Antara Cinta & Dusta' (1997), 'Di Antara Dua Pilihan' (1999), dan 'Wah Cantiknya II' (2002).

Karena mayoritas sinetron yang dibintanginya sangat sukses dan populer, Bella dinobatkan sebagai 'Ratu Sinetron'. Ia mampu menyaingi popularitas Mareta Artuti dan Desy Ratnasari yang mengalahkannya di kompetisi GADIS Sampul 1988.

Bella juga berhasil memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, seperti 'Artis Paling Ngetop' di SCTV Award 2001, 'Bintang Televisi Terfavorit dan Bintang Drama Televisi Wanita Terfavorit' di Panasonic Awards 2000.

Namun, popularitas sempat membuat Bella dimanfaatkan oleh sebuah produk sabun mandi yang menjadikannya seorang brand ambassador. Bella merasa tidak suka pada brand tersebut yang tetap memasang iklan dengan wajahnya saat kontrak kerja sudah habis.

Tanpa ragu, Bella mengajukan gugatan ke pengadilan terkait kasus tersebut. Gugatan Bella ini adalah kasus pertama yang diajukan ke pengadilan oleh artis Indonesia. Selama ini, jika terjadi kasus seperti ini, hanya dilakukan proses perdamaian di luar sidang.

Berjalan selama lebih dari tiga tahun, Bella akhirnya memenangkan kasus tersebut dan mendapat ganti rugi sebesar Rp 100 juta. Ini yang membuatnya semakin terkenal sebagai artis perempuan cantik, juga berani membela kebenaran.

Popularitas Bella pada akhirnya menurun pada 2005 seiring dengan bermunculannya banyak aktris baru, seperti Dian Sastrowardoyo, Shandy Aulia, dan Carissa Putri.

embed from external kumparan

Sempat merilis album 'Sesungguhnya Hatiku' pada 2005, juga bermain di dua film, 'Love' (2008) dan 'Arisan Berondong' (2010), ia tetap tak bisa mengembalikan popularitasnya seperti sedia kala.

embed from external kumparan

Bella kembali mengejutkan publik setelah memutuskan untuk menjadi mualaf pada 2013 dan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Usai menjadi mualaf, ia pun dipersunting oleh Mayor Jenderal H. Agus Surya Bakti pada 30 Agustus 2013.

Saat ini, Bella terus menikmati masa-masa pernikahannya yang indah dengan sang suami meski belum dikaruniai anak.