Kumparan Logo

Throwback Herjunot Ali: dari VJ, Aktor, Hingga Musisi

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trowback Herjunot Ali (Foto: YouTube: Rick Soerfani, 5cm themovie dan Instagram @herjunotali.studio.)
zoom-in-whitePerbesar
Trowback Herjunot Ali (Foto: YouTube: Rick Soerfani, 5cm themovie dan Instagram @herjunotali.studio.)

Berkarier di dunia hiburan Indonesia tampaknya perlu memiliki kemampuan lebih dari satu bidang. Seperti yang dilakukan aktor Herjunot Ali. Selain namanya melambung berkat sejumlah film yang diperankan, kini ia mulai merambah ke dunia tarik suara hingga DJ.

Namun, jauh sebelum itu, Pria yang kerap disapa Junot ini mulanya bekerja sebagai pembawa acara. Ia juga sempat mengikuti ajang pencarian bakat presenter yakni MTV VJ Hunt 2004. Kala itu, ia berhasil masuk sebagai salah satu finalis acara tersebut.

Saat menjadi Video Jockey (VJ), Junot tampil dengan setelan junkie yang memang sedang menjadi tren ketika itu. Pria kelahiran Marabahan, Kalimantan Selatan, 8 Oktober 1985 tersebut, jadi idola remaja pada masa itu, dan mengikuti cara bicara Junot.

embed from external kumparan

Setelah menjadi seorang VJ, karier Junot di dunia hiburan semakin terbuka. Debut perdananya di dunia film dimulai ketika ia bermain dalam film berjudul 'Lovely Luna'. Dalam film tersebut, ia beradu akting dengan Shareefa Daanish.

Setahun berselang, Junot kembali dilibatkan dalam sebuah film berjudul 'Realita Cinta Rock n Roll'. Bersama Vino G Bastian, Junot tampak lebih 'nyeleneh' dengan tampilan rocker. Gaya kedua pria ini mampu menjadi trendsetter bagi anak muda pada kala itu.

embed from external kumparan

Setelahnya, Herjunot Ali memang kerap mendapat tawaran bermain film. 'Di Bawah Lindungan Ka'bah', '5 cm', 'Tenggelamnya Kapal Van der Wijck' hingga beberapa judul lain pernah dilakukannya.

Baru-baru ini, ia juga dilibatkan dalam produksi film berjudul 'Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur'. Bersama Luna Maya, ia mencoba untuk kembali menghadirkan teror Suzzanna di film itu.

Sejak 2004 hingga saat ini, lebih dari sepuluh film pernah ia mainkan. Junot juga pernah mendapat penghargaan di Festival Film Bandung 2014 untuk kategori Pemeran Utama Pria Terpuji lewat filmnya yang berjudul 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck'.

embed from external kumparan

Tak hanya di layar lebar, kualitas akting Junot juga sempat dirasakan di layar kaca. 'Di Sini Ada Setan', 'Soul Mate', dan 'Bawang Merah Bawang Putih' merupakan beberapa sinetron yang ia mainkan.

Selain menjadi aktor, kini Junot juga dikenal sebagai seorang Disc Jockey (DJ). Meski sudah menggilai dunia musik dan DJ sejak belia, dia tak menampik bahwa kariernya di dunia akting turut membuka jalan sebagai seorang DJ. Junot bahkan kerap diundang hadir di beberapa kelab untuk menjadi pengisi acara.

instagram embed

Di awal tahun 2018 ini, pria berusia 32 tahun tersebut mencoba untuk melebarkan sayapnya ke dunia tarik suara. Bertepatan dengan Hari Valentine, Junot merilis single perdananya yang berjudul 'W'.

Lagu 'W' sendiri mengusung nuansa EDM yang dikemas dalam tempo yang lambat dengan beat yang agak mendayu. Dilengkapi dengan suara Junot yang lembut, lagu ini easy listening dan romantis untuk didengarkan.

embed from external kumparan

Junot mengaku tak terlalu merasakan perbedaaan yang signifikan dari perannya sebagai Aktor, DJ, maupun musisi. Ketiga hal tersebut sama-sama harus membuatnya mengeluarkan usaha lebih, agar pesan yang terdapat dalam karyanya dapat tersampaikan secara baik.

"Saya inginnya kalau nyanyi ya sama band, jadi biar keliatan lebih live. Sebenarnya sih, penerjemahan kalau mau nge-DJ sama mau nyanyi itu sama saja," ungkapnya ketika berkunjung ke kantor kumparan, beberapa waktu lalu.

"Gimana kita bisa nge-deliver energi itu ke crowd biar sampai, mediumnya sama. Pokoknya mau itu akting, musik, DJ, mediumnya sama," lanjut Herjunot Ali.