kumparan
Entertainment6 Agustus 2018 18:03

Throwback Jejak Karier Cornelia Agatha, Pemeran Sarah di 'Si Doel'

Konten Redaksi kumparan
Cornelia Agatha
Cornelia Agatha. (Foto: Munady Widjaja)
Jika berbicara mengenai aktris Cornelia Agatha, kemungkinan yang terlintas di benak kita adalah sosok Sarah di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’. Ya, karakter Sarah memang melekat di diri perempuan yang kini menginjak usia 45 tahun itu.
ADVERTISEMENT
Sebelum dikenal dengan karakter Sarah, Cornelia pertama kali muncul di dunia seni peran pada tahun 1987. Perempuan kelahiran Bogor ini bermain dalam film ‘Lupus: Tangkaplah Daku Kau Kujitak’.
Di film yang dibintangi oleh mendiang Ryan Hidayat, Nurul Arifin, hingga Ria Irawan itu, Cornelia berperan sebagai Rini, seorang anak pemilik kantin sekolah yang berparas cantik. Rini diceritakan dekat dengan Lupus yang diperankan oleh Ryan.
Setahun kemudian Cornelia Agatha terlibat di film ‘Elegi Buat Nama’. Tapi, namanya mulai diperhitungkan di dunia seni peran ketika bermain di film ‘Rini Tomboy’, yang dirilis tahun 1991.
Di film yang disutradarai oleh Noto Bagaskoro itu, Cornelia berperan sebagai Rini, seorang gadis tomboy yang jago bela diri. Film ‘Rini Tomboy’ membawa perempuan kelahiran 11 Januari 1973 itu menjadi nominasi Festival Film Indonesia 1992 dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik.
Cornelia Agatha di Film 'Detik Terakhir'
Cornelia Agatha di Film 'Detik Terakhir' (Foto: YouTube ovie vie)
Kemampuan berakting Cornelia begitu diapresiasi ketika bermain dalam film ‘Detik Terakhir’ pada tahun 2005. Di film itu, Sarah berperan sebagai Regi, seorang pecandu narkoba yang tinggal di sebuah pusat rehabilitasi.
ADVERTISEMENT
Di film yang disutradarai oleh Nanang Istiabudi itu, Cornelia masuk nominasi sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di FFI 2005, Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Jakarta 2006, Most Favourite Actress di MTV Indonesia Movie Awards 2006, dan Aktris Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2007.
Lewat perannya di film ‘Detik Terakhir’, Cornelia juga dinobatkan sebagai Aktris Terpuji di Festival Film Bandung 2006 dan Aktris Terbaik di Indonesian Movie Awards 2007.
Namun, Cornelia tak terlihat lagi main di film maupun sinetron setelah menikah dengan Sony Lawlani pada 18 Maret 2006. Ia terakhir bermain dalam film ‘Jatuh Cinta Lagi’.
Cornelia Agatha
Cornelia Agatha (Foto: Yurika Kencana/kumparan )
Dari pernikahan dengan Sony, Cornelia dikaruniai bayi kembar pada 7 Desember 2006, yakni Makayla Athaya Lalwani dan Tristan Athala Lalwani. Tapi, pernikahan mereka kandas pada 1 Agustus 2013 lewat putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
Selama vakum, Cornelia fokus untuk mengurus keluarga. Padahal, ketika vakum, ia memperoleh dua tawaran bermain film layar lebar. Namun, pemain sinetron ‘Wong Cilik’ itu menolak tawaran tersebut.
Meski tak tampil di film maupun sinetron, Cornelia tetap berkarya. Ia bermain teater dan kerap tampil membaca puisi. Di samping itu, Cornelia juga menyelesaikan kuliah di salah satu universitas swasta.
Pada tahun ini, penampilan Cornelia bisa kembali kita lihat di film ‘Si Doel The Movie’ yang telah tayang di bioskop sejak 2 Agustus lalu. Film yang disutradarai oleh Rano Karno ini memulai kisah dari episode terakhir dari sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' yang berjaya di era 90-an, yang mengisahkan Sarah pergi ke Belanda dalam keadaan hamil.
Cornelia Agatha
Cornelia Agatha (Foto: Giovanni/kumparan)
Selain itu, Sarah diceritakan telah meninggalkan Si Doel selama 14 tahun. Lewat ‘Si Doel The Movie’, Cornelia menampilkan sosok Sarah yang menyimpan kerinduan pada Doel.
ADVERTISEMENT
"Saya siapkan perasaan istimewa ini untuk itu (film Si Doel). Saya mau simpan dan tumpahkan perasaan yang saya pendam selama ini. Kerinduan terhadap tokoh si Doel. Ini sangat natural," ungkap Cornelia saat ditemui di W Hotel, Amsterdam, Belanda, Senin (23/7) waktu setempat.
Cornelia mengaku tak masalah peran Sarah dianggap melekat pada dirinya. Sebaliknya, hal itu ia anggap sebagai bentuk pujian untuk dirinya dan film ‘Si Doel’.
“Buat saya itu kesuksesan sebuah karya, bisa memainkan perasaan penonton. Saya hargai penilaian penonton," tandas Cornelia Agatha.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan