Kumparan Logo

Tika Bravani Memerankan Tiga Fase Hidup Nyai Ahmad Dahlan

kumparanHITSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tika Bravani (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tika Bravani (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)

Tokoh Nyai Ahmad Dahlan atau bernama asli Siti Walidah akan diangkat ke dalam film layar lebar. Aktris yang dipercaya memegang peran tersebut adalah Tika Bravani.

Dalam film yang disutradarai Ola Atta Adonara ini, Tika menemukan beberapa tantangan. Salah satunya adalah ia harus memerankan tiga fase hidup istri dari Kyai Ahmad Dahlan itu sendirian.

Aktris berusia 27 tahun ini harus memerankan Nyai saat masih remaja, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah, mengingat setiap fase kehidupan pasti memiliki banyak perubahan.

"Jadi challenging-nya itu, saya peranin tiga fase (hidup). Enggak cuma mainin naskah apa yang saya bicarakan, tapi saya harus perhatikan intonasi dan gesture," kata Tika ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Ibaratnya, mengeluarkan emosi di umur 50 tahun seperti apa dan beda saat remaja. Dimensinya beda dan banyak yang harus saya perhatikan," lanjutnya.

embed from external kumparan

Selain itu, studi literatur yang membahas Nyai pun dapat terhitung sedikit. Lebih banyak studi literatur yang membahas Kyai Ahmad Dahlan, ketimbang istrinya.

Hal tersebut membuat Tika harus melakukan observasi lebih dalam selama tiga bulan. Pemain film 'Soekarno: Indonesia Merdeka' ini juga belajar langsung dari keluarga besar Kyai dan Nyai Ahmad Dahlan.

"Dari buku sih (mempelajari sejarah Nyai) dan rekonstruksi logika. Misalnya dari keluarga, mereka reka keadaannya. Banyak brainstorming dengan data yang sudah ada," ujarnya.

Nyai Ahmad Dahlan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 1971 dengan Surat Keputusan Presiden no 42/TK Tahun 1971, saat Presiden RI dijabat Soeharto. Presiden RI pertama Ir Soekarno secara pribadi sangat mengenal Nyai Ahmad Dahlan.

Poster Nyai Ahmad Dahlan (Foto: muhammadiyah.or.id)
zoom-in-whitePerbesar
Poster Nyai Ahmad Dahlan (Foto: muhammadiyah.or.id)

Hal ini karena Ir Soekarno pernah menjadi pengurus Muhammadiyah bagian pendidikan di Bengkulu. Sementara Ibu Fatmawati, istri Bung Karno, adalah anak Ketua Muhammadiyah Bengkulu, Hasan Din.

Pada saat Ibu Kota Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta 4 Januari 1946, Presiden Soekarno menyempatkan diri berkunjung ke rumah Nyai Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta. Kala itu, Nyai Ahmad Dahlan sudah dalam keadaan sakit karena usia yang cukup tua.

embed from external kumparan

Nyai Ahmad Dahlan wafat dalam usia 74 tahun pada 31 Mei 1946, dan dimakamkan di belakang Masjid Gedhe Kauman. Proses pemakaman itu turut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintahan RI, yakni HM Rasjidi, Menteri Agama, dan Sekretaris Negara Abdoel Gaffar Pringgodigdo.

Film biopik 'Nyai Ahmad Dahlan' akan dibintangi oleh Tika Bravani, David Chalik, dan Cok Simbara. Rencananya, film tersebut akan rilis 24 Agustus 2017 di bioskop seluruh Indonesia.