Kumparan Logo

Tinggal di Amerika, Iqbaal Ramadhan Sering Kangen Budaya Indonesia

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan. (Foto: Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan. (Foto: Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan)

Iqbaal Ramadhan dahulu dikenal publik sebagai salah satu personel boyband cilik bernama CJR. Wajahnya yang imut-imut dan tampan membuatnya digandrungi banyak remaja di Indonesia.

Setelah berkarier cukup lama bersama CJR, satu setengah tahun lalu Iqbaal memutuskan untuk bertolak ke Amerika Serikat guna melanjutkan studinya di sana. Keputusan berani Iqbaal ini jelas mendapat tanggapan beragam dari para penggemar. Banyak yang mendukung, namun tak sedikit yang merasa sedih karena harus ditinggal sang idola.

Namun, pada penghujung tahun 2017, nama Iqbaal kembali mencuat di dunia hiburan Indonesia saat dirinya terpilih menjadi Dilan di film ‘Dilan 1990’ yang diangkat dari novel best-seller karya Pidi Baiq.

instagram embed

Saat mengadakan meet and greet untuk film Dilan di festival Big Bang Jakarta, JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (27/12), kumparan (kumparan.com) mewawancarai Iqbaal perihal kehidupan pribadinya selama menjalani pendidikan di Armand Hammer United World College di New Mexico, Amerika.

Iqbaal mengaku tak ada perubahan berarti dalam gaya hidupnya selama tinggal di Amerika. Hanya saja, ia berusaha beradaptasi dengan budaya Barat tanpa menanggalkan budaya Indonesia.

“Enggak kebarat-baratan juga, enggak Indonesia banget juga. Jadi, biasa aja, apa yang saya percaya akan saya anut dan apa yang baik akan saya lakukan,” tutur Iqbaal.

Cowok 17 tahun ini pun menuturkan bahwa ia merasa aneh saat melihat remaja di Indonesia di era sekarang justru berlomba-lomba untuk terlihat kebarat-baratan. Padahal, Iqbaal yang sudah tinggal satu setengah tahun di Amerika justru mengaku sangat merindukan budaya ketimuran khas Indonesia.

Western culture sampai sekarang masuk ke Indonesia terus anak muda di sini banyak yang sok kebarat-baratan, sampai nasionalismenya mulai pada hilang, tapi saya sendiri selama di sana justru semakin kangen sama budaya Indonesia,” kata Iqbaal.

Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan (Foto: Regina Kunthi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan (Foto: Regina Kunthi/kumparan)

Selama di Amerika, Iqbaal mengaku semakin senang belajar. Ia merasa cara mendidik yang seru membuatnya tak merasa terpaksa untuk belajar di negeri Paman Sam tersebut.

“Kalau di sini sekolah menjadi rutinitas yang membosankan, tapi di sana itu justru sekolah itu sangat menyenangkan. Jadi, gua maunya sekolah terus. Mindset anak-anak tentang sekolah di sana (Amerika) itu menyenangkan, guru mengajar itu kayak sama teman aja gitu," ungkap Iqbaal.

Iqbaal kini sedang menikmati libur sekolah selama 1 bulan. Ia memanfaatkan kesempatan liburnya itu untuk semaksimal mungkin mempromosikan film 'Dilan 1990', sebelum akhirnya cowok asal Surabaya ini harus kembali bertolak ke Amerika.