Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Tips Joe Peracchio Agar Sineas Indonesia Bisa Buat Serial Horor yang Bagus
26 April 2022 20:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Joe Peracchio merupakan seorang penulis skenario ternama asal Amerika Serikat. Ia telah menulis naskah untuk berbagai serial sukses, mulai dari The Flash sampai Deception dan The Messengers.
ADVERTISEMENT
Netflix mengundang Joe Peracchio beberapa waktu lalu dalam program Writing Masterclass 2022. Di acara itu, Peracchio melatih puluhan penulis ternama Indonesia agar bisa menghasilkan serial yang bagus.
Setelah memberi pelatihan, Peracchio empat bertemu dengan tim kumparan untuk membahas mengenai berbagai hal terkait penulisan skenario serial. Salah satu hal yang ia bicarakan adalah mengenai serial horor.
Seperti diketahui, Indonesia adalah salah satu negara penghasil film horor terbaik yang bahkan diakui oleh dunia. Namun, belum ada sineas Indonesia yang sukses menghasilkan serial horor bagus seperti The Hunting of Hill House, Castle Rock, dan Kingdom.
Ini yang Perlu Diperhatikan untuk Buat Serial Horor Menurut Joe Peracchio
Menurut Peracchio, genre dari sebuah serial bukan menjadi acuan utama untuk membuat serial yang bagus dan dimintai banyak orang. Hanya saja, sineas Indonesia yang ingin membuat serial horor harus memperhatikan beberapa hal.
ADVERTISEMENT
“Karakter utama di serial harus selalu punya keinginan yang kuat. Keinginan itu yang akhirnya akan mengantar sang tokoh ke dalam sebuah perjalanan panjang yang akan diselesaikan di akhir serial," ungkap Joe Peracchio saat ditemui kumparan beberapa waktu lalu.
"Semakin kuat keinginan si karakter untuk mewujudkannya keinginannya, entah karena berhadapan dengan antagonis atau elemen lainnya, itulah yang membuat sebuah cerita menarik," sambungnya.
Joe Peracchio mengambil contoh dari serial The Haunting of Hill House. Menurutnya, serial itu sukses bukan sekadar karena premis rumah hantu yang sudah biasa ditawarkan oleh film horor pada umumnya.
"Kuncinya adalah tetap membuat sebuah serial drama dengan misi yang panjang dan karakter utama yang kuat. Jika itu sudah bisa dilakukan, kita hanya perlu menempelkan berbagai hal supranatural," tuturnya.
Penulis yang juga merupakan bintang serial The Rookie itu menjelaskan bahwa unsur klenik harusnya tidak menjadi fokus utama bagi penulis. Justru, para penulis harus terlebih dahulu membuat cerita dan karakter yang menarik dan penuh intrik.
ADVERTISEMENT
"Ini bukan masalah genre. Penulis harus fokus pada apa yang ingin diceritakan, tidak melenceng ke kanan atau ke kiri, serta karakter yang kuat, karena serial memiliki durasi yang lebih panjang dibanding film dan dua hal di atas sangat penting untuk diperhatikan," kata Joe Peracchio.
Joe Peracchio mengajar total 40 penulis naskah atau praktisi lokal yang berasal dari PILAR, TelkomGroup, dan beberapa production house di Indonesia. Titien Wattimena, Ketua PILAR, berharap Netflix Writing Master Class 2022 ini bisa membantu industri film Indonesia.
Di acara ini, Kemendikbudristek mengirimkan beberapa perwakilan dari Indonesiana Films dan Kompetisi Produksi Film Pendek (Kompro Film) tahun 2021. Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media berkata, ini adalah bukti komitmen Kemendikbudristek untuk meningkatkan kompetensi penulis di Indonesia.
ADVERTISEMENT