kumparan
10 Maret 2017 17:23

Tom DeLonge dan Investigasinya Tentang Keberadaan UFO

Tom DeLonge (Foto: Instagram @tomdelonge)
Siapa sangka profesi lain dari musisi punk rock yang satu ini ternyata seorang pengamat UFO? Ya, tidak ada yang menyangka.
ADVERTISEMENT
Jangan pikir mantan personel Blink 182 yang satu ini hanya main-main dengan profesi tersebut. Keseriusannya mendalami sosok alien dan UFO telah membuahkan hasil, yakni penghargaan 'Researcher of the Year' dari International UFO Congress di tahun 2017 ini.
Tom DeLonge memulai kariernya sebagai pengamat UFO sejak ia hengkang dari Blink 182, yakni tahun 2015. Pada The Rolling Stone, ia mengaku bahwa ia memiliki rasa ingin tahu yang besar hingga terobsesi pada fenomena keberadaan alien di dunia. Hal itu sudah ia rasakan jauh sebelum lagu 'Aliens Exist', salah satu lagu Blink 182 yang terkenal dari album 'Enema of the State' dirilis ke pasaran di tahun 1999.
Pria 41 tahun itu bisa menjawab pertanyaan apapun terkait alien dan UFO. Ia juga bisa menjelaskan beberapa fenomena aneh yang terjadi di dunia, seperti pesawat berbentuk segi tiga yang terlihat di Belgia pada tahun 1990, hingga benda-benda berkilau yang melayang di langit Amerika Serikat pada tahun 1897.
ADVERTISEMENT
Alat-alat yang digunakan untuk pengamatannya pun selalu siap tempur. Dilansir The Rolling Stone, ia memiliki sebuah trailer mewah merek Airstream, binokular, teropong bintang, telepon satelit, dan kacamata night vision. Ia bahkan memiliki lokasi pengamatan sendiri, yakni beberapa spot di Area 51 dan Tonopah, Nevada, Amerika Serikat.
Pada 5 April 2016, ia merilis buku pertamanya yang berkolaborasi dengan seorang novelis terkenal bernama A.J. Hartley, yakni 'Sekret Machines #1: Chasing Shadows'. Buku tersebut merupakan sebuah novel fiksi sebanyak 680 halaman yang menceritakan tentang teknologi dan kehidupan alien yang sebenarnya nyata. Keberadaan mereka juga diketahui oleh pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, novel tersebut juga akan dihadirkan sebanyak 9 seri.
Walau fiksi, DeLonge dan Hartley memiliki narasumber terpecaya untuk novel mereka, yakni perwakilan dari mereka yang bekerja di industri kedirgantaraan, Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dan NASA. Dilansir Independent, ia bekerja sama dengan 10 orang berpengalaman yang bekerja di Departemen Pertahanan dan NASA.
ADVERTISEMENT
Untuk sejumlah, profesi tersebut memang tidak biasa. DeLonge juga tidak menutup kemungkinan akan orang-orang yang mencercanya.
Loading Instagram...
Hal itu pun terjadi. Beberapa orang menyebutnya 'gila', memiliki delusi, hingga schizophrenia. Untungnya, ia mengerti akan cercaan-cercaan tersebut.
"Bagaimana cara anak band yang satu ini mendapat akses ke Departemen Pertahanan dan NASA?" tuturnya pada The Rolling Stone. "Kedengarannya memang gila. Tapi, itu semua karena aku bisa bicara pada banyak orang. Aku buat mereka percaya padaku. Aku tahu materiku."
Keberuntungan pun berpihak pada pria yang juga anggota band Box Car Racer itu. Tahun lalu, Wikileaks membocorkan sebuah email yang dikirim DeLonge pada John Podesta, ketua kampanye untuk Hillary Clinton. Pada email yang dikirim pada Oktober 2015 dan Januari 2016 tersebut, DeLonge menulis bahwa ia memiliki informan penting, yakni William McCasland, Komandan Angkatan Udara untuk laboraturium riset di markas angkatan udara di Ohio, Amerika Serikat,
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Meski jawaban Podesta tidak bocor di Wikileaks, sebuah notifikasi kalender telah menyebutkan tanggal dan waktu pertemuan DeLonge dengan Podesta dan McCasland. Namun, tidak jelas di mana mereka bertemu.
Sekali lagu, DeLonge memang tidak main-main dengan profesi terbarunya itu. Bukti lainnya, ia telah meninggalkan Blink 182 untuk memperdalam ilmunya soal UFO.
"Aku menjalani pekerjaan terbaik yang pernah aku lakukan. Orang-orang banyak bertanya, bagaimana aku bisa pergi semudah itu (meninggalkan Blink 182). Jawabanku, karena aku bisa melakukan hal yang lebih dari itu (lebih dari sekadar main band)," tutupnya dikutip The Rolling Stone.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan