kumparan
4 Feb 2019 20:01 WIB

Transformasi Grup Band Netral Menjadi NTRL

Transformasi Grup Band Netral Menjadi NTRL Foto: Infografik: Putri Sarah Arifira
NTRL adalah salah satu grup musik alternative rock yang sudah eksis sejak era 90-an. Meski berganti nama dari Netral menjadi NTRL, penggemar mereka hingga saat ini tak kian surut.
ADVERTISEMENT
Berikut ini kumparan menyajikan perubahan NTRL sejak pertama dibentuk hingga sekarang, sejak Bagus Dhanar Dhana masih ditemani oleh Ricky Dayandani alias Miten dan Gabriel Bimo Sulaksono sampai keduanya digantikan oleh Eno Gitara Ryanto dan Christopher Bollemeyer alias Coki.
1. Formasi Pertama Netral
Netral formasi pertama. Foto: Instargam/@ombags
Grup musik Netral terbentuk pada 1991. Kala itu, personelnya terdiri atas Bagus (vokal dan bas gitar), Miten (gitar), dan Bimo (drum).
Ya, di awal karier, ketiganya belum menemukan gaya berpakaian yang ikonik. Hanya saja, Netral sudah terkenal dengan musik keras dan lirik-lirik yang nyeleneh.
Formasi pertama Netral bertahan selama 8 tahun. Mereka sukses menelurkan 3 album, yakni 'Wa...lah' (1991), 'Tidak Enak' (1997), dan 'Album Minggu Ini' (1998).
ADVERTISEMENT
2. Bimo mengundurkan diri
Netral setelah Bimo mengundurkan diri. Foto: Instargam/@ombags
Pada 1998, Bimo mengundurkan diri. Dengan tujuan ingin mencari pengalaman baru, ia bergabung di grup musik Ahmad Band yang diprakarsai oleh Ahmad Dhani.
Hengkangnya Bimo membuat Netral kesulitan karena harus manggung di berbagai tempat bersama additional drummer. Mereka kemudian bisa bernapas lega ketika Miten menemukan sosok Eno yang mulai memperkuat Netral pada 1999.
Formasi Bagus, Miten, Eno hanya bertahan selama setahun dan berhasil menelurkan sebuah album bertajuk 'Paten' (1999). Kemudian giliran Miten yang hengkang karena ingin melanjutkan studi di Amerika Serikat .
3. Miten hengkang ke Amerika Serikat
Netral setelah Miten meninggal dunia. Foto: Instargam/@eno_ntrl
Meski tinggal berdua saja, Bagus dan Eno tidak berhenti berkarya. Keduanya mampu menelurkan 2 album, yaitu 'Oke Deh' (2001) dan 'The Best of Netral' (2002), dibantu oleh 2 gitaris additional, Aan Kurnia alias Apoy dan Taras.
ADVERTISEMENT
Kala itu, Eno dan Bagus mulai memikirkan tentang penampilan mereka. Bagus mulai mencukur habis rambutnya, sementara Eno terus mengganti gaya rambut bak Travis Barker 'Blink 182'.
Lambat laun, Eno mulai resah karena khawatir tidak bisa terus-menerus menjalankan Netral berdua dengan Bagus. Ketika sedang mengadakan coaching clinic di luar Jakarta, Eno dipertemukan dengan Coki yang saat itu menjadi gitaris additional Base Jam.
4. Coki Bollemeyer memperkuat Netral
Netral era 2000an. Foto: Instargam/@ombags
Pada 2003, Netral merilis album 'Kancut' bersama gitaris baru, Coki. Dalam sebuah wawancara, suami Saras Dewi tersebut sempat mengungkapkan mengapa ia sangat tertarik masuk Netral.
"Waktu mau jamming pertama tuh, ya, Bagus lagi nyebur ke got cari-cari tutup botol minuman cola berhadiah. Sejak saat itu gue yakin, band ini sama gilanya kayak gue," ujar Coki.
Netral diperkuat Coki Bollemeyer. Foto: Instargam/@coki_bollemeyer
Sesudah diperkuat Coki, Netral selalu manggung dengan konsep pakaian yang unik. Mereka selalu tampil nyentrik, seperti mengenakan celana ketat, berambut kribo, dan berdandan ala banci.
ADVERTISEMENT
5. Netral berganti nama menjadi NTRL
Netral usai ganti nama menjadi NTRL. Foto: Instargam/@eno_ntrl
Netral dengan formasi Bagus, Eno, Coki sangatlah produktif menelurkan album. Namun, masalah mulai muncul ketika Miten meninggal dunia pada 2012.
Saat itu, Bagus tidak bersedia hadir di acara tribute to Miten yang diadakan oleh Bimo. Bagus merasa tidak enak hati memainkan lagu-lagu Netral tanpa Eno dan Coki.
Percekcokan itu membuat Bimo, pencetus nama Netral, meminta Bagus untuk tidak lagi menggunakan nama tersebut. Alhasil Netral pun berganti menjadi NTRL.
Kini, masalah nama antara Bimo dan Bagus sudah terselesaikan. Bimo bahkan ikut manggung saat NTRL merayakan ulang tahun ke-25 pada 2018 lalu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan