Tuai Kontroversi, Produser Pastikan Billboard 'Aku Harus Mati' Sudah Diturunkan
·waktu baca 2 menit

Promosi film horor terbaru berjudul Aku Harus Mati belakangan menjadi perbincangan hangat. Judul yang dianggap provokatif terpampang billboard di berbagai daerah. Masyarakat menilai billboard Aku Harus Mati dapat jadi trigger yang berbahaya.
Menanggapi hal tersebut, produser Iwet Ramadhan memastikan durasi penayangan promosi tersebut sudah habis.
Iwet menjelaskan, pemasangan billboard merupakan bagian dari strategi pemasaran fase pertama.
"Jadi fase pertama tuh memang billboard. Jadi mulai dari setelah Gala Premier tanggal 26 Maret, lalu 27 tuh billboard naik. 27 billboard naik itu waktunya sampai tanggal 5 April Mas," ungkap Iwet Ramadhan pada Sabtu (4/4).
Iwet menambahkan, proses penurunan materi iklan sudah dilakukan sejak Sabtu malam agar target pembersihan ruang publik tercapai tepat waktu.
"Besok (5 April). Jadi per malam ini kami turunkan materinya. Supaya tanggal 5 April selesai, karena kami akan lanjut masuk ke fase berikutnya untuk promosinya," jelas Iwet.
Pemilihan medium billboard di 35 hingga 36 titik premium di berbagai daerah dilakukan guna menjangkau target pasar. Iwet mengakui bahwa respons masyarakat sangat besar di semua titik, bukan hanya di Malang dan Jakarta, yang sempat viral.
Meskipun menuai pro dan kontra, Iwet menyatakan pihaknya tidak menarik iklan tersebut lebih awal dari jadwal, melainkan tetap mengikuti durasi yang ditetapkan.
"Kami punya niat apa, kami punya maksud apa, tapi responsnya itu tidak pernah bisa kita kontrol sehingga ya ketika kemudian ini terjadi. Kami amati, lalu lihat 'oke ini tanggal 5 selesai kok ya'. Ya sudah, udah kami selesaikan aja sesuai dengan fasenya," pungkas Iwet.
