Kumparan Logo

Tulus Bawakan Lagu Daerah Minangkabau di Konser 'Monokrom'

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulus di Konser Monokrom Foto: Jamal Ramadan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tulus di Konser Monokrom Foto: Jamal Ramadan/kumparan

Penyanyi Tulus memberikan sebuah kejutan dalam konser 'Monokrom' yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/2). Konser tersebut sudah dimulai sejak pukul 20.30 WIB.

Dalam pertunjukan musik kali ini, Tulus tidak hanya membawakan lagu-lagu yang dipopulerkan dalam 3 album miliknya saja. Dia juga menyuguhkan nuansa kearifan lokal dengan menyanyikan lagu-lagu dari tanah kelahirannya, Sumatra Barat.

Sejumlah lagu Minangkabau tersebut dilantukan oleh Tulus setelah ia membawakan tembang berjudul 'Labirin' dan 'Monokrom'.

Tulus di Konser Monokrom Foto: Jamal Ramadan/kumparan

Lagu daerah Sumatra Barat yang pertama dibawakannya adalah 'Babendi-bendi', dan kemudian dilanjutkan dengan lagu 'Mudiak Arau'.

Yang menarik, meskipun banyak penonton tak mengerti dengan lagu-lagu daerah tersebut, namun semangat mereka tak padam dan tetap heboh berteriak serta bertepuk tangan.

'Tak Tontong' menjadi lagu Minangkabau ketiga yang dinyanyikan oleh Tulus pada malam hari ini. Lagu Minang terakhir yang dilantunkannya adalah lagu yang cukup populer, 'Dindin Badindin'.

Tulus di Konser Monokrom Foto: Jamal Ramadan/kumparan

Usai membawakan empat lagu tersebut, pemilik album 'Gajah' itu mengungkapkan alasan mengapa dirinya menyuguhkan lagu-lagu daerah Sumatra Barat dalam gelaran konser 'Monokrom' ini.

"Itu lagu-lagu yang saya dengarkan saat saya masih kecil dulu," ujar Tulus.

Setelah membawakan lagu Minangkabau, ia kembali melantukan lagu-lagu andalannya seperti 'Langit Abu-abu', 'Tergila-gila', 'Tuan Nona Kesepian', dan 'Mahakarya'.