Kumparan Logo

Tya Subiakto: Saya Lebih Senang sebagai 'Dalang' daripada 'Wayang'

kumparanHITSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tya Subiakto (Foto: Munady)
zoom-in-whitePerbesar
Tya Subiakto (Foto: Munady)

Tya Subiakto merupakan salah satu penata musik film yang tersohor di Indonesia. Selain menjadi penata musik film, ia juga merupakan komposer dan konduktor. Dunianya memang tidak jauh-jauh dari musik. Ia pun menceritakan awal perjalanan karier yang sudah dimulai sejak kecil.

Perempuan berusia 38 tahun itu masih duduk di kelas 3 SD saat melihat behind the scene sebuah film komedi. Dari film tersebut, Tya mempelajari bahwa penata musik dari film yang tidak disebutkan judulnya itu digubah oleh John Williams.

instagram embed

"Saya bilang, 'Ma, aku mau seperti dia'. Aku bilang pada diriku bahwa cita-citaku adalah sebagai penata musik film," kata Tya saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dari situlah, penata musik film 'Obama Anak Menteng' ini mulai belajar musik dan menekuninya. Hingga akhirnya pada tahun 2007, ia menjadi penata musik film 'Sang Dewi' untuk pertama kalinya.

Tya juga menangani musik untuk film-film besar lainnya, seperti 'Ayat-Ayat Cinta', 'Sang Pencerah', 'Tendangan dari Langit', hingga yang paling baru adalah 'Rudy Habibie'.

Ia mengutarakan alasan memilih jalan hidup sebagai penata musik film. Tya merasa lebih senang berada di belakang layar daripada muncul di hadapan kamera.

instagram embed

"Saya senang sebagai 'dalang' daripada 'wayang'," katanya. "Saya senang menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bisa dikenal masyarakat dan membuat bahagia."

Baru-baru ini, Tya memenangkan piala penghargaan dalam kategori Best Music untuk ajang 57th Asia Pacific Film Festival. Reza Rahadian dinobatkan sebagai Best Actor untuk ajang penghargaan yang sama. Ini merupakan piala pertama Tya sejak dirinya memutuskan berkarier sebagai penata musik film.

instagram embed

"Secara saya seumur hidup belum dapat piala. Saya mengira awalnya piala sesungguhnya seberapa besar jumlah penonton. Sekarang saya enggak sangka ada piala yang Asia Pacific ke-57 ini," ujarnya.

"Kalau sekarang surprise sekali. Ini bukan akhir, tapi awal untuk memajukan dunia musik film Indonesia," lanjutnya.