Usai Marah-marah Konsernya Batal karena Pandemi COVID-19, Bryan Adams Minta Maaf

Pada 11 Mei lalu, penyanyi Bryan Adams mengungkapkan kemarahannya melalui Instagram. Lewat video dirinya menyanyikan lagu Cuts Like a Knife, Adams mengatakan bahwa dirinya kesal karena tak bisa melakukan tur yang harusnya dimulai di London, Inggris, karena pandemi COVID-19.
"Seharusnya, malam ini aku tampil di Royal Albert Hall. Tapi, gara-gara para pemakan kelelawar, pasar hewan liar, dan para pembuat virus, saat ini dunia tak bisa lagi beraktivitas dengan normal. Belum lagi ribuan orang yang menderita atau meninggal karena virus ini," bunyi caption dalam postingan tersebut.
Kekesalan pelantun I Do It for You itu di Instagram memicu reaksi dari netizen. Ada yang paham, ada juga yang kontra. Alasannya, karena kemarahan Adams seakan mengacu pada mereka yang tinggal di Wuhan, China, tempat virus corona diduga muncul pertama kali.
Penyanyi berumur 60 tahun itu kelihatannya sadar apa yang dia lakukan adalah hal yang salah. Dia pun meminta maaf lewat postingan video dirinya sedang menyanyikan lagu Into the Fire di akun Instagramnya.
"Permintaan maaf kepada siapa saja dan semua yang tersinggung pada postingan-ku kemarin. Tidak ada alasan, aku hanya ingin mengoceh tentang kekejaman terhadap hewan yang mengerikan di pasar basah yang menjadi sumber kemungkinan virus, dan mempromosikan veganisme," tulisnya pada keterangan foto.
"Aku punya cinta untuk semua orang dan pikiranku dengan semua orang yang berurusan dengan pandemi ini di seluruh dunia. Inilah lagu yang tepat yang akan ditampilkan malam ini di @royalalberthall," sambung Bryan Adams.
Seharusnya, Bryan Adams menggelar konser di Royal Albert Hall, London, Inggris, selama tiga hari, mulai dari 11-13 Mei. Namun, karena pandemi virus corona, konsernya dibatalkan, begitu juga turnya yang dijadwalkan untuk berlangsung hingga 2021.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
Jangan lupa untuk memberikan donasi demi mengatasi dampak corona
