Vidi Aldiano Usai Divonis Kanker Ginjal: Momen Terburuk di Hidup Gue

Penyanyi Vidi Aldiano tidak pernah menyangka bahwa ia menderita kanker ginjal. Penyakit itu baru Vidi ketahui usai memeriksa kondisi kesehatannya.
Pada Oktober lalu, Vidi Aldiano sempat kehilangan suaranya. Sebagai seorang musikus, hal itu begitu mengkhawatirkan. Maka dari itu, pelantun ‘Nuansa Bening’ ini bergegas memeriksakan diri ke dokter THT.
Sebelum menjalani pemeriksaan inti, tekanan darah Vidi Aldiano diperiksa. Keganjilan pertama ditemukan. Ia disebut memiliki tekanan darah tinggi. Menurut Vidi, hal itu sesuatu yang tidak mungkin.
“Seumur hidup gue, gue, nyokap, adik-adik gue, orang-orang yang punya tekanan darah rendah, jadi impossible banget gue punya tekanan darah tinggi, kecuali something’s wrong. Biasanya gue mungkin tekanan darah 110/70, ini tiba-tiba 180/110,” kata Vidi Aldiano dalam video bertajuk ‘I Had Cancer’ yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Jumat (20/12).
Hingga tiga kali Vidi Aldiano mengecek tekanan darahnya. Hasilnya masih tetap sama. Tekanan darah cowok berusia 29 tahun ini tetap tinggi. Namun ia mencoba berpikir positif.
“Ah mungkin gue lagi stres saat itu, suara gue hilang, gue enggak bisa nyanyi, mungkin makan gue juga jorok. Udah gue diemin,” tutur Vidi.
Enggak begitu lama usai memeriksakan diri ke dokter THT, Vidi menjalani vaksin. Saat itu, tekanan darahnya kembali dicek. Hasilnya enggak berubah. Tensinya lagi-lagi tinggi.
Detik itu pula, Vidi merasa ada yang salah dengan badannya. Ia pun memutuskan untuk melakukan check up di Singapura.
“Kenapa di Singapura? Karena gue memang setiap tahun itu rutin check up di Singapura. Mereka sudah punya data-data gue. Oktober gue ke Singapura check up selama 1 hari,” ucap Vidi.
Jika biasanya Vidi Aldiano hanya mengambil paket paling standar, kali ini ia memutuskan untuk melakukan USG.
“Gue punya pikiran apakah hipertensi gue gara-gara asam lambung gue. Jadi, gue mau periksa organ-organ perut gue,” ujar Vidi.
Setelah check up, Vidi kembali ke Jakarta. Ia biasanya mendapat email mengenai hasil check up-nya. Namun, Vidi kali ini langsung dihubungi oleh sang dokter.
“Dokternya bilang, ‘Di ginjal kiri lo ada sebuah benjolan sebesar 5 sentimeter,’ yang ketahuan dari paket USG yang gue ambil. Jadi mesti dicek,” ucap Vidi.
Vidi yang lumayan paranoid mengenai urusan kesehatan sempat bertanya soal benjolan itu. Dokter belum mengetahui apakah itu tumor atau tidak. Dokter pun menyarankannya untuk melakukan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Akhirnya, Vidi melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Hasilnya, ia dinyatakan memiliki kista.
“Di kista ada komponen solid, tapi dokter bilang enggak perlu khawatir, karena fungsi ginjal gue masih bagus. Kista di ginjal biasanya bisa dikeluarkan dari biopsi, karena posisi agak lumayan center enggak bisa dikeluarin,” tutur Vidi.
Dokter menyarankan Vidi untuk mengubah gaya hidupnya. Ia menurutinya dan memutuskan untuk setop minum kopi, teh, dan minum-minuman berwarna. Vidi hanya minum air putih untuk menjaga kondisi ginjalnya.
Pada November 2019, Vidi melakukan pemeriksaan kistanya. Hal itu ia lakukan setelah mendapat rekomendasi dari temannya, yang memiliki kenalan dokter di Singapura.
“Gue ceritain masalah gue, yang sebenarnya gue enggak merasain apa-apa, kayak gue enggak ngerasain lemas, enggak ada benjolan di perut. I feel very healthy,” kata Vidi.
Namun perkataan dokter di Singapura membuat Vidi cukup terkejut. Begitu melihat hasil pemeriksaan MRI, ia menduga Vidi mengidap tumor atau kanker.
Sang dokter meminta Vidi melakukan CT Scan. Pelantun ‘Status Palsu’ itu melakukannya di Jakarta. Dari hasil CT Scan diketahui bahwa ada kanker di ginjal kiri Vidi.
“Dari situ lumayan gelap sih jujur hidup gue. I don’t know how to respond. I don’t know to feel. Gue kasih tahu orang tua, adik-adik gue, dan beberapa teman gue yang dokter supaya bisa bantu gue gimana what’s next. Itu salah satu momen terburuk dalam hidup gue,” tutur Vidi.
Vidi setelah itu memeriksakan diri ke dokter, karena ada kekhawatiran kankernya sudah menyebar. Dari pemeriksaan, ia bersyukur kankernya yang sudah masuk stadium tiga belum menyebar ke pembuluh darah.
Meski begitu, dokter meminta Vidi untuk segera dioperasi. Pria kelahiran 29 Maret itu akhirnya menjalani operasi pada 13 Desember lalu.
Vidi dioperasi selama empat jam. Operasinya berjalan lancar dan aman. Ia kini hidup dengan satu ginjal.
“Jadi Jumat, 13 Desember kemarin, gue memutuskan untuk mengangkat satu ginjal gue,” ucap Vidi.
Vidi sudah keluar dari rumah sakit pada hari ini. Meski begitu, ia tak langsung pulang ke Jakarta. Sebab, Vidi harus menjalani proses recovery.
“Akan stay dulu di Singapura selama beberapa hari. Nanti hari Minggu insyaAllah baru pulang ke Jakarta," tutup Vidi Aldiano.
