Kumparan Logo

Vino G Bastian Belajar Ketulusan dari Sosok Down Syndrome di Film Tanah Runtuh

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vino G Bastian di film Tanah Runtuh. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Vino G Bastian di film Tanah Runtuh. Foto: Dok. Istimewa

Film Tanah Runtuh hadir membawa pendekatan berbeda dalam menampilkan karakter dengan Down Syndrome di layar lebar Indonesia. Melalui sosok Ringgo yang diperankan Ridho Khaliq, film ini tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai objek belas kasihan maupun sekadar simbol inspirasi.

Disutradarai Rudi Soedjarwo dan diproduseri Denny Siregar, Tanah Runtuh mengisahkan perjalanan Kai dan Ringgo yang terpisah dari ibu mereka di tengah sebuah peristiwa besar yang mengubah hidup mereka. Namun lebih dari sekadar kisah pencarian, film ini berbicara tentang keluarga, kasih sayang, dan kemampuan manusia untuk tetap mencintai di tengah situasi sulit.

Menurut Rudi Soedjarwo, kekuatan utama film ini justru terletak pada hubungan antarmanusia yang terjalin di dalamnya.

"Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar, tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli. Saya tertarik pada manusia-manusia di dalamnya, dan melalui Ringgo, saya merasa film ini memiliki hati yang sangat kuat," ujar Rudi dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).

Hal senada disampaikan produser Denny Siregar. Ia mengatakan sejak awal Tanah Runtuh memang tidak dibuat untuk berbicara tentang konflik semata, melainkan tentang cinta yang tetap bertahan di tengah keadaan paling sulit.

"Hari ini kita hidup di masa ketika semua orang seperti sedang marah, takut, dan lelah. Kita terlalu sering melihat dunia dengan prasangka dan kebisingan. Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana: bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan," kata Denny.

Film Tanah Runtuh. Foto: Istimewa

Denny menegaskan bahwa karakter Ringgo tidak pernah dimaksudkan sebagai simbol ataupun objek belas kasihan. Sebaliknya, sosok tersebut menjadi pusat perjalanan emosional film sekaligus jembatan bagi penonton untuk melihat dunia dengan cara yang lebih tenang.

"Di tengah dunia yang semakin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan lebih tulus. Ringgo mengingatkan kita bahwa cinta dan keluarga adalah hal-hal yang membuat manusia tetap bertahan ketika semuanya terasa runtuh," ujarnya.

Film Tanah Runtuh. Foto: Istimewa

Aktor Vino G. Bastian yang memerankan Idham juga merasakan hal serupa saat terlibat dalam film ini. Baginya, Ringgo menghadirkan perspektif yang berbeda tentang kehidupan.

"Yang paling menyentuh buat saya bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini," kata Vino.

Melalui karakter Ringgo, Tanah Runtuh mengajak penonton melihat bahwa setiap individu memiliki cerita, ketakutan, harapan, dan kasih sayang yang sama. Film ini juga menjadi pengingat bahwa bahkan ketika dunia terasa runtuh, manusia masih memiliki satu hal yang tak bisa direnggut: kemampuan untuk mencintai.

Dibintangi Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, dan Tike Priatnakusumah, Tanah Runtuh akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.