Kumparan Logo

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Kasih Bocoran soal Sinewara, Bioskop Milik Negara

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, Irene Umar memberikan keterangan saat konferensi pers peluncuran logo Imlek Festival 2026 di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, Irene Umar memberikan keterangan saat konferensi pers peluncuran logo Imlek Festival 2026 di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif tengah mencari solusi atas keterbatasan jumlah layar bioskop di Indonesia. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, menyatakan, pihaknya saat ini sedang mematangkan rencana strategis pembangunan bioskop milik negara pertama bernama Sinewara.

"Terakhir mungkin, kalau (sinewara), sekarang lagi kami godok bersama. Karena kan salah satu problem di sinema adalah layar yang terbatas kan," kata Irene saat ditemui di SCBD, Jakarta.

Irene menekankan, penambahan layar menjadi prioritas agar industri perfilman nasional semakin tumbuh. Ia memberi memberikan sinyal akan ada pengumuman baru dalam waktu dekat.

"Jadi itu, kami lagi godok terus, supaya tambah layar. (Lokasinya) ada aja, surprise pokoknya!" tutur Irene.

Ifan Seventeen saat peluncuran Teaser Film Dokumenter Seventeen ‘Kemarin’ . Foto: Giovanni/kumparan

Ifan Seventeen soal Rencana Pembangunan Bioskop Milik Negara

Rencana pembangunan Sinewara pertama kali diungkap oleh Dirut PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah atau yang akrab disapa Ifan. Ia menjelaskan, proyek ini bertujuan untuk meratakan distribusi film di seluruh pelosok negeri.

"Kebutuhan layar memang diperlukan dan roadmap kami ke depan akan mendirikan bioskop negara pertama, Sinewara," ucap Ifan dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI.

Rencananya, bioskop ini akan dibangun di atas lahan milik PFN di kawasan Otista, Jakarta Timur, sebagai langkah awal. Ifan berharap Sinewara menjadi pemantik bagi pemerintah daerah untuk ikut serta membangun infrastruktur serupa.

"Ini sebagai pilot project bioskop pertama, semoga bisa men-trigger daerah lain buka bisnis bioskop negara ini dengan cara gabung jadi salah satu stakeholder," kata Ifan.

Penyanyi Ifan Seventeen ditemui di sela peluncuran album barunya, 17, di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Ifan menyoroti, target ideal menjangkau seluruh pelosok belum tercapai. "Bahkan, hanya 25-30 persen kabupaten atau kota di Indonesia yang mempunyai layar. Seharusnya Indonesia punya target 20 ribu layar," tuturnya.

Selain pembangunan fisik, Ifan juga mengusulkan regulasi yang lebih berpihak pada keberlanjutan penayangan film nasional.

"Selama ini sangat bergantung pada okupansi penonton. Dan ini jadi polemik yang luar biasa, tapi kami ingin mengusulkan kajian lebih dalam untuk diadakan hari penambahan untuk tayangnya film lokal," ucap Ifan.