Kumparan Logo

Whisnu Santika Gandeng Judika hingga Rossa di Album Terbaru Map Of Feelings

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Whisnu Santika rilis album Map Of Feelings. Foto: Dok. Whisnu Santika
zoom-in-whitePerbesar
Whisnu Santika rilis album Map Of Feelings. Foto: Dok. Whisnu Santika

Nama disjoki Whisnu Santika identik dengan musik elektronik yang membakar semangat di lantai dansa. Namun, lewat album terbarunya yang bertajuk Map Of Feelings, Whisnu meninggalkan sejenak citra tersebut dan membuka sisi lain dirinya yang lebih personal dan emosional.

"Map Of Feelings menjadi sebuah ruang bagiku untuk mengeksplorasi cara baru dalam bercerita," kata Whisnu lewat keterangan resmi.

Untuk menghidupkan visi tersebut, Whisnu menggandeng deretan musisi papan atas Indonesia dari berbagai lintas genre untuk berkolaborasi. Nama-nama besar seperti Judika, Rossa, Ari Lesmana, hingga Fanny Soegi turut menyumbangkan warna vokal mereka dalam album ini.

"Masing-masing membawa karakter vokal, perspektif, serta pengalaman yang berbeda ke dalam album ini," ujar Whisnu.

Whisnu Santika hadirkan genre Indonesian Bounce. Foto: Whisnu Santika

Selain nama di atas, Whisnu juga melibatkan Enau, Ifan Seventeen, Nuca, dan Maul Ibrahim (Perunggu). Whisnu juga menyiapkan kejutan berupa Bonus Track spesial.

"Sebagai pelengkap dari debut albumnya ini, kami juga akan merilis Bonus Track bersama Tiara Andini yang hadir pada tanggal 11 September mendatang," jelas Whisnu.

Perjalanan 7 Bulan

Perjalanan album ini ternyata berawal dari sebuah kegelisahan Whisni setahun lalu saat ia manggung dengan Ari Lesmana.

"Inisiasinya itu dimulai Agustus ketika aku manggung sama Ari Lesmana tahun lalu di salah satu festival di Surabaya," ungkap Whisnu Santika.

Whisnu mengaku sempat merasa buntu dalam berkarya.

"Terus di situ aku bilang, aku curhat lah sama Ari kayak 'Wah aku kayaknya lagi stuck nih gitu lagi stuck lagi butuh sesuatu hal yang baru dan aku kayak kepikiran buat bikin album, tapi semuanya bahasa Indonesia. Aku pengin nunjukin sisi lain dari diriku sendiri gitu'," kenang Whisnu.

Curhat tersebut menjadi pembuka jalan. Lewat Ari, Whisnu kemudian dipertemukan dengan produser musik Lafa Pratomo untuk mengolah materinya.

Whisnu Santika rilis album Map Of Feelings. Foto: Dok. Whisnu Santika

"Setelah ngobrol panjang sama Ari, aku dikenalkan sama Mas Lafa Pratomo. Akhirnya start bulan Desember akhir aku udah mulai bawa beberapa materi yang sudah aku bikin sebelumnya lalu diolah lah kayak gitu," jelas Whisnu.

Meski inisiasinya sejak Agustus, proses di studio memakan waktu sekitar tujuh bulan. Kini, Whisnu tidak lagi ingin terjebak dalam perdebatan soal genre musik.

Baginya, Map Of Feelings jadi representasinya sebagai storyteller yang menggunakan lirik sebagai bahasa perasaan kepada khalayak yang lebih luas.

"Saya ingin membawa musik dance kepada khalayak yang lebih luas, termasuk mereka yang mungkin selama ini tidak merasa dekat dengan dunia musik elektronik," tutup Whisnu.

Album Map Of Feelings kini dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.