Yon Koeswoyo, Anak ke-6 Koes Bersaudara yang Bersuara Merdu

Pagi ini, Jumat (5/1), sebuah kabar duka datang dari dunia musik Tanah Air. Yon Koeswoyo, pria yang menyumbangkan suaranya untuk Koes Plus selama puluhan tahun, menghembuskan napas terakhirnya. Yon mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, sekitar pukul 05.50 WIB. Dia wafat di usia 77 tahun.
Mungkin kamu sudah tahu banyak lagu-lagu Koes Plus, seperti 'Andaikan Kau Datang', 'Bujangan', 'Kolam Susu', 'Diana', 'Kembali ke Jakarta', dan lain-lain. Tapi, banyak fakta yang tentunya belum kamu ketahui tentang musisi legenda yang bernama asli Koesyono ini. Tenang saja, kumparan (kumparan.com) telah merangkumnya untuk kamu.
1. Yon adalah anak ke-6 dari 9 Koeswoyo bersaudara

Yon merupakan putra pasangan Raden Koeswoyo dan Rr. Atmini. Dia lahir di Tuban, Jawa Timur, pada 27 September 1940. Ia mempunyai 2 kakak perempuan (kakak pertamanya, Tituk, meninggal sewaktu bayi) dan dua adik perempuan.
2. Yon Koeswoyo adalah keturunan Sunan Muria

Yon dan kakak-beradik Koeswoyo lainnya adalah keturunan Sunan Muria di Tuban, Jawa Tengah. Mereka adalah generasi ke-7 trah Sunan Muria, sosok yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Hal ini didapatkan dari ibu mereka yang merupakan keponakan dari Bupati Tuban pada zaman penjajahan Belanda.
3. Yon pernah masuk penjara

Siapa sangka vokalis Koes Plus ini pernah mendekam di penjara?
Dulu, Yon dan saudara-saudaranya, Tony, Yok, dan Nomo sangat senang memainkan lagu-lagu The Beatles. Pada 1 Juli 1965, beberapa tentara dari Komando Operasi Tertinggi (KOTI) menangkap mereka dan memenjarakan ketiganya di penjara Glodok, Jakarta Utara. Alasannya, karena lagu-lagu The Beatles yang mereka mainkan disebut meracuni pemikiran generasi muda pada kala itu. Ya, imperialisme pro Barat.
Namun, mereka tetap produktif selama mendekam di balik jeruji besi. Lagu-lagu berjudul 'Di dalam Bui', 'Jadikan Aku Dombamu', 'To the So Called the Guilties', dan 'Balada Kamar 15' pun lahir. Akhirnya, pada 29 September 1965, mereka pun dibebaskan tanpa alasan.
Di usia senja mereka, ada pernyataan dari Koes Bersaudara yang masih hidup mengenai penangkapan tersebut. Alasannya, pemerintahan Soekarno memberi mereka tugas untuk operasi Kontra Intelejen demi mendukung gerakan Ganyang Malaysia lewat seni musik.
4. Band-band luar negeri menjadi inspirasi Yon

Sebenarnya tak hanya Yon saja, namun kakak-beradik Koeswoyo pun terinspirasi oleh band-band luar negeri. The Beatles adalah contohnya nyatanya.
Awalnya, Yon dan Yok terinspirasi Kalin Twins, dua musisi pop asal AS yang digawangi oleh si kembar Harold Kalin dan Herbert Kalin. Seiring berkembangnya zaman, Koes bersaudara pun mengadaptasi style The Everly Brothers.
Di era 70-an, Yon dan yang lain dipengaruhi penampilan Bee Gees dan The Cats. Hal itu juga terbukti dengan gaya bernyanyi Yon yang mengingatkan pada Barry Gibb, vokalis Bee Gees.
5. Yon sempat merilis album solo

Kala itu, di awal era 80-an, Koes Plus dan Koes Bersaudara sempat vakum dari industri musik. Dengan izin sang kakak, Tony Koeswoyo, Yon merilis album solo berjudul 'Lantaran'.
Album tersebut berisi 10 lagu dan dibantuk oleh pencipta lagu bernama Harry Cahyono. 8 lagu di album tersebut adalah karya Harry, yakni 'Lantaran', 'Senandung Malam', 'Jakarta', dan 'Tuan-tuan'. Sisanya adalah 2 lagu yang diciptakan Yon, yakni 'Kota Sunyi' dan 'Kesan'.
Album 'Lantaran' adalah sebuah karya dengan pesan berupa kritik sosial. Namun, dengan lirik yang tak mudah dicerna.
Di tahun 2008, Yon kembali merilis album solo yang berjudul 'Song of Porong'.
6. Yon menikah dua kali

Pertama, Yon menikah dengan Damiana Susi, seorang wanita Yogyakarta. Ia dikaruniai dua orang anak, yaitu Ulung Gariyas Koeswoyo dan Otmar Veda Koeswoyo. Ia dan Susi pun bercerai di saat Yon sedang dalam kondisi terpuruk setelah ditinggal selama-lamanya oleh Tony Koeswoyo.
Ia pun menikah dengan Bonita Angelia. Dari pernikahannya dengan wanita yang akrab disapa Nita itu, ia dikaruniai dua orang anak, yakni Bela Aron Koeswoyo dan Kenas Koeswoyo. Nita juga bertindak sebagai manajer Yon selama pelantun 'Kisah Sedih di Hari Minggu' itu hidup.
7. Lagu 'Andaikan Kau Datang' adalah lagu tentang Yon
Di tahun 2008, Yon pernah mengaku saat melakukan wawancara di acara 'Kick Andy' bahwa ia pernah jatuh cinta pada drummer Dara Puspita, Susy Nander. Namun pada kala itu, Dara Puspita banyak melanglang buana ke manca negara hingga akhirnya, cinta mereka kandas.
Cerita cinta mereka pun dijadikan lagu untuk Koes Plus oleh Tony Koeswoyo, yakni 'Andaikan Kau Datang'. Lagu tersebut pun cukup populer dan banyak dinyanyikan oleh musisi-musisi ternama Tanah Air, seperti Ruth Sahanaya.
