Yovie Widianto Apresiasi Jakarta Beat Society, Sorot Potensi Global Musisi Lokal
·waktu baca 2 menit

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Beat Society (JBS) yang digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 24-27 April 2025.
JBS pertama kali digelar pada 2019 dengan tujuan memperkenalkan Jakarta sebagai pusat World Music di dunia. Lokaswara kembali menggelar JBS setelah sempat terhalang pandemi. Acara dihadiri sekitar 3.500 orang.
"Festival ini bagus karena mengundang para buyers. Ada potensi para penampil 'dibeli' dan ditampilkan di tempat lain, seperti Singapura, Australia, negara lain juga. Dari warna yang ditampilkan sangat beragam dan menunjukkan kekayaan Indonesia," kata Yovie.
Yovie Widianto Apresiasi Jakarta Beat Society
Yovie Widianto mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Beat Society karena menghadirkan musik tradisi Indonesia.
"Bagaimana penampilan maestro gendangnya, alat musik dari terompet, rebana. Ada bintang tamu yang membuat kolaborasi berskala dunia. Sangat bagus dan memukau," tutur Yovie.
JBS 2025 juga dimeriahkan musisi nasional, seperti Voice of Baceprot, White Shoes and the Couples Company, Endah N Rhesa, dan Debu. Selain itu, ada penampilan dari Kojek Rap Betawi, Indonesian National Orchestra (INO) yang mengiringi Satya Cipta (vokal), serta Osama Abdulrasol, maestro Qanun (zither) dari Iraq yang berdomisili di Belgia.
Musisi Franki Raden menyebut JBS 2025 bukan sekadar festival, melainkan peluang bagi grup musik baru.
"Sebuah festival sekaligus showcase. Kami mengundang para buyers dari beberapa negara untuk Indonesia. Buyers ini terdiri dari promotor, director, booking agent, untuk 'membeli' grup-grup yang ada di sini untuk datang ke negara mereka," ucapnya.
