kumparan
27 Maret 2019 10:20

Yuki Kato Iri Belum Jajal MRT di Jakarta

Yuki Kato. Foto: Munady Widjaja
Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menjadi sarana transportasi terbaru yang dimiliki Indonesia. Kehadiran transportasi publik ini disambut antusias masyarakat.
ADVERTISEMENT
Namun hal itu belum dirasakan presenter yang juga pesinetron, Yuki Kato. Hingga saat ini ia belum berkesempatan mencoba sarana transportasi yang diresmikan Presiden Joko Widodo akhir pekan kemarin tersebut.
"Belum, sedih deh. Pengin banget (mencoba MRT)," kata Yuki Kato saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/3) malam.
Yuki Kato di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (26/3). Foto: Regina Kunthi Rosary/kumparan
Presenter 23 tahun ini mengaku iri dengan rekan-rekannya sesama artis yang telah mencoba MRT. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang mencobanya langsung bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri.
"Iya bener, sama bapak presiden, ibu menteri gitu ya. Iri deh gue," ujar Yuki Kato.
Terlepas dari itu, Yuki Kato bangga dengan kehadiran MRT di tanah air. Ia memang mendambakan kehadiran transportasi publik yang nyaman.
ADVERTISEMENT
Ia memastikan akan banyak menggunakan MRT sebagai sarana transportasinya ke depan.
"Cerita sedikit ya, karena dulu waktu sekolah di Jepang kan memang pakai kereta sebenarnya malah, bukan MRT. Ternyata perjalanan naik kereta menyenangkan juga lho. Melihat pemandangan di luar, melihat banyaknya orang-orang," kata Yuki Kato.
Yuki Kato. Foto: Munady
"Jadi sebenarnya bukan hanya mencoba sih, tapi lebih menggunakan MRT dalam kehidupan sehari-hari. Toh kita ke negara tetangga dari ujung ke ujung mau naik MRT, masa di negara kita sendiri kayak bayar berapa harus komplain," ujar pemeran film 'Operation Wedding' ini.
Yuki Kato juga berharap keberadaan MRT dijaga dengan baik segenap masyarakat. Apalagi nantinya transportasi publik ini juga akan hadir di berbagai daerah tanah air.
ADVERTISEMENT
"Gimana caranya kita bisa merawat dari hari ini sampai 15 tahun ke depan," ujar Yuki Kato.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan