'Zombieland: Double Tap': Konyol dan Penuh Kejutan

18 Oktober 2019 11:20 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Poster 'Zombieland: Double Tap' Foto: IMDb
zoom-in-whitePerbesar
Poster 'Zombieland: Double Tap' Foto: IMDb
ADVERTISEMENT
Film 'Zombieland' (2009) menjadi sajian unik yang digemari oleh banyak pecinta film thriller comedy di seluruh dunia. Penyajian dunia akhir zaman penuh zombie yang konyol di film tersebut sukses memberi Columbia Pictures keuntungan hingga Rp 1,4 triliun.
ADVERTISEMENT
Perpaduan aktor-aktor kelas atas, seperti Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, Emma Stone, dan Abigail Breslin, juga membuat film 'Zombieland' kian dicintai oleh banyak orang. Namun, 'Zombieland' memang mulai dilupakan, karena film sekuel yang tak kunjung rampung hingga satu dekade.
Trailer 'Zombieland 2: Double Tap'. Foto: Dok. Youtube
Tepat 10 tahun setelah 'Zombieland' (2009), Columbia bersama sutradara Ruben Fleischer dan dua penulis naskah franchise film 'Deadpool', Rhett Reese dan Paul Wernick, merilis film 'Zombieland: Double Tap'. Film tersebut tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari ini.
Kuartet pemburu zombie, Eisenberg, Harrelson, Stone, dan Breslin kembali bersatu untuk memerankan tokoh mereka, yakni Colombus, Tallahassee, Witchita, dan Little Rock. Hadir pula beberapa aktor lain, termasuk Rosario Dawson sebagai Reno, Zoey Deutch sebagai Madison, Avan Jogia sebagai Berkeley, Luke Wilson sebagai Albuquerque, dan Thomas Middleditch sebagai Flagstaff.
Pemain film 'Zombieland 2'. Foto: IMDb.
Sama seperti di dunia nyata, 'Zombieland: Double Tap' juga berlatarkan 10 tahun setelah kejadian di akhir film 'Zombieland'. Bagi kalian yang lupa, di akhir film pertama Colombus dan kawan-kawan berusaha mencari tempat tinggal bersama, karena mulai jenuh berkelana tanpa tujuan.
ADVERTISEMENT
Layaknya apa yang tersaji di trailer, mereka memang sukses menemukan rumah tinggal yang nyaman, yakni Gedung Putih, istana kepresidenan Amerika Serikat. Ya, di franchise film 'Zombieland' memang dunia tidak lagi mengenal konsep negara, karena hampir semua manusia telah terserang virus dan menjadi zombie.
Trailer 'Zombieland 2: Double Tap'. Foto: Dok. Youtube
Saat rumah sudah ditemukan, masalah baru justru muncul dari Little Rock yang mulai beranjak remaja dan mengidam-idamkan sosok pacar. Ia pada akhirnya kabur bersama Berkeley, pria hippie yang cinta damai.
Takut sang adik mengalami hal buruk, Witchita pun meminta bantuan Colombus dan Tallahassee untuk mencari Little Rock. Akhirnya, mereka pun meninggalkan Gedung Putih dan kembali berkelana di dunia yang semakin dipadati zombie berbahaya.
Poster film 'Zombieland 2'. Foto: IMDb.
Seperti apa perjalanan mereka mencari Little Rock? Akankah mereka berhasil menemukan Little Rock dalam keadaan baik? Atau jangan-jangan, Little Rock justru sudah berubah menjadi zombie ketika ditemukan?
ADVERTISEMENT
Satu hal yang pasti, petualangan Colombus dan kawan-kawan terasa jauh lebih seru dan menegangkan di film 'Zombieland: Double Tap'. Sebab, zombie di film ini sudah beradaptasi dan kian lihai memburu manusia yang hendak dimakan.
Mereka pun bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki sifat beragam. Contohnya, Reno si perempuan ganas yang ditaksir oleh Tallahassee juga Madison, gadis bodoh dengan dandanan super aneh.
Trailer 'Zombieland 2: Double Tap'. Foto: Dok. Youtube
Ada pula Albuquerque dan Flagstaff, sepasang sahabat yang memiliki sifat serupa seperti Tallahassee dan Colombus. Kehadiran keduanya membawa unsur komedi yang sangat lucu di film ini.
Berbagai adegan laga yang tersaji pun terasa jauh lebih liar ketimbang 'Zombieland' (2009). Ada lebih banyak adegan tembak menembak dengan senapan laras panjang dan pelontar bom. Pokoknya, film ini cocok bagi kalian yang menyukai film gore penuh darah.
ADVERTISEMENT
Komedi hitam di film 'Zombieland: Double Tap' juga sangat mampu mengocok perut. Belum lagi lelucon satir yang terasa menyinggung beberapa pihak, namun seru untuk ditertawakan.
Ada pula beberapa plot twist yang tak terduga dan layak untuk diapresiasi. Oh iya, aktor Bill Murray yang meninggal di film pertama pun hadir lagi di film ini dan membawa satu kejutan tak biasa yang tentunya menarik, khususnya bagi fans Murray.
Secara garis besar, film ini membawa kesan nostalgia yang sangat hebat. Namun, jangan menonton film ini bersama anak-anak ya! Sebab, banyak adegan sadis yang tidak baik untuk disimak.