Kumparan Logo

Zul 'Zivilia': Saya Rindu Tidur Sama Istri, Pelukan Sampai Pagi

kumparanHITSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Zul ‘Zivilia’ jelang sidang tuntutan, Senin (21/10/2019). Foto: Giovanni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Zul ‘Zivilia’ jelang sidang tuntutan, Senin (21/10/2019). Foto: Giovanni/kumparan

Musisi Zulkifli alias Zul ‘Zivilia’ kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, karena kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Berada di balik jeruji besi membuat Zul tidak bisa leluasa bertemu dengan sang istri, Retno Paradinah. Pertemuan mereka hanya terjadi ketika Retno menjenguk ke rutan atau datang ke persidangan.

Terdakwa kasus tindak pidana narkoba Zulkifli alias Zul zivilia dan istrinya berswafoto sebelum menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Pertemuan itu bisa menjadi obat rindu bagi Zul 'Zivilia' terhadap sang istri. Namun, perasaan rindu tersebut muncul kembali usai ia kembali ke rutan. Tidak ada sosok sang istri di sisinya ketika Zul berada di dalam sel.

“(Yang dirindukan) tidur sama istri, pelukan sama istri dari malam sampai pagi,” kata Zul saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (4/11).

Terdakwa kasus tindak pidana narkoba Zulkifli alias Zul zivilia dan istrinya berbincang sebelum menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Meski begitu, Zul bersyukur karena sang istri terus mendukungnya di saat ia terpuruk. Di balik keterpurukannya karena terjerembab kasus narkotika, pria kelahiran Kendari ini pun merasa mendapat hikmah.

Zul jadi mengetahui mengenai perjuangan sang istri. Menurutnya, Retno merupakan istri yang luar biasa.

“Kalau saya tidak kena kasus seperti ini, mungkin saya tidak tahu perjuangan dia seperti apa. Pokoknya luar biasa lah,” tutup Zul.

Zul 'Zivilia' dan istri. Foto: Instagram/@retnoparadinah

Zul ‘Zivilia’ seharusnya menjalani sidang pembacaan tuntutan pada hari ini. Namun, persidangan tersebut ditunda. Ini adalah kali ketiga pembacaan tuntutan ditunda.

Dua pekan lalu (21/10), jaksa penuntut umum belum siap dengan berkas penuntutan. Sementara pada pekan lalu (28/10), jaksa menyebut bahwa empat berkas dari sembilan terdakwa kasus narkotika yang satu rangkaian baru saja selesai diperiksa.