Kumparan Logo

Zulfikar 'Preman Pensiun' Sudah Jalani Asesmen di BNNP Jawa Barat

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Zulfikar, Pemeran Preman Pensiun. Foto: Instagram @Ikang_Jamal
zoom-in-whitePerbesar
Zulfikar, Pemeran Preman Pensiun. Foto: Instagram @Ikang_Jamal

Lagi-lagi insan hiburan Indonesia ditangkap karena kasus narkoba. Kali ini, giliran bintang sinetron 'Preman Pensiun', Zulfikar alias Ikang Sulung yang ditangkap Polrestabes Bandung karena menggunakan sabu.

Kasatnarkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Nurmansyah menuturkan penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu (20/7) dini hari di sebuah apartemen di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

"Barang bukti satu buah alat isap bong berikut cangklong yang di dalamnya masih berisi sabu dan korek cricket dengan terpasang sumbu," kata Irfan.

Zulfikar, pemeran 'Preman Pensiun' ditangkap karena narkoba. Foto: istimewa

Pemeran Kang Jamal itu pun mengajukan upaya rehabilitasi melalui kuasa hukumnya, Henky Solihin.

Henky mengatakan, Ikang dan dirinya sudah mendatangi kantor BNNP Jawa Barat untuk menjalani asesmen pada Senin (22/7).

"Hari ini usulan rehabilitasi sedang berjalan bersama tim dokter BNN. Asesmen seputar penilaian dan pertanyaan penggunaan narkoba jenis sabu," kata Henky melalui pesan singkat kepada kumparan.

Namun, Henky enggan memberitahukan lebih lanjut bagaimana hasil asesmen tersebut. Henky hanya mengatakan bahwa Ikang baru satu bulan menggunakan barang haram tersebut.

"Sekitar 1 bulanan," lanjutnya.

Zulfikar, Pemeran Preman Pensiun. Foto: Instagram @Ikang_Jamal

Selain itu, Henky menambahkan saat ini kondisi kliennya baik-baik saja selama di penjara, meski terlihat lebih murung.

"(Ikang) Baik tapi agak murung. Mudah-mudahan besok Ikang diterima untuk direhabilitasi," tandasnya.

Sebelumnya, Henky mengungkapkan alasan kliennya mengajukan rehabilitasi ke BNNP Jabar. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak penyalahgunaan narkotika.

"Alasan saya mengajukan rehabilitasi untuk mengantisipasi dampak akibat penyalahgunaan narkotika untuk pemulihan. Soalnya, akibat kecanduan itu akan menyerang fungsi otak yang bersifat kronis hingga memiliki risiko ketagihan bahkan kematian," tutup Henky.