Kasus Ganja TOP 'Big Bang' dari Awal Hingga Kini

kumparanK-POPverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TOP Big Bang. (Foto: Instagram/choi_seung_hyun_tttop)
zoom-in-whitePerbesar
TOP Big Bang. (Foto: Instagram/choi_seung_hyun_tttop)

Awal Juni lalu, VIP--sebutan untuk fans Big Bang--dikejutkan dengan penangkapan Choi Seung-hyun atau TOP yang diduga mengisap ganja. TOP yang baru menjalani wajib militernya selama tiga bulan ini pun dikeluarkan dari divisi kepolisian secara tidak terhormat.

Setelah resmi dikeluarkan, nama TOP kembali menjadi headline berita karena ditemukan tak sadarkan diri setelah mengonsumsi obat penenang. Kabar simpang siur akan kondisi TOP pun memperburuk keadaan. Fans tak tahu mana berita yang benar terkait kesehatan terakhir penyanyi 29 tahun ini.

Lalu, apa saja yang sudah kita ketahui dari kasus TOP dan apa update terakhirnya? Berikut rangkuman kumparan (kumparan.com).

31 Mei 2017

TOP Big Bang. (Foto: Instagram/choi_seung_hyun_tttop)
zoom-in-whitePerbesar
TOP Big Bang. (Foto: Instagram/choi_seung_hyun_tttop)

TOP ditangkap dengan tuduhan menghisap ganja, salah satu jenis narkotika yang dilarang di Korea Selatan. Pihak kepolisian Seoul mengatakan, mereka menemukan adanya zat narkotika pada folikel rambut TOP saat melakukan tes kesehatan sebelum masuk wajib militer.

1 Juni 2017

Polisi mengeluarkan surat perintah investigasi untuk TOP. Dalam investigasi tersebut disebutkan bahwa TOP diduga sudah menghisap ganja pada Oktober 2016 lalu, empat bulan sebelum menjalani wajib militer.

Dari hasil tes kesehatan yang keluar pada April 2017, TOP positif menggunakan ganja. TOP membantah sudah menggunakan ganja dan berdalih ia hanya menghisap rokok elektrik.

2 Juni 2017

TOP ditangkap karena positif menggunakan ganja. Polisi juga menahan teman wanita TOP bernama Han Seo-hee (22), yang merupakan trainee di sebuah agensi. Ia diduga menemani TOP saat mengisap ganja pada Oktober 2016.

Sekitar pukul 12.30 waktu setempat, TOP terlihat di kantor polisi Seoul untuk menjalani panggilan investigasi dan keluar dari kantor polisi sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

YG Entertainment langsung merilis pernyataan terkait kasus TOP. Mereka merilis permintaan maaf atas tindakan ilegal yang dilakukan penyanyi 'Doom Dada' tersebut.

3 Juni 2017

Leader Big Bang, G-Dragon meminta maaf kepada VIP atas kasus yang membelit TOP. Ia mengucapkan permintaan maafnya tersebut secara personal dalam fan meeting Big Bang yang digelar di Osaka Kyocera Dome, Jepang.

Anggota Big Bang yang lain, Daesung, Taeyang, dan Seungri yang juga menghadiri acara tersebut memilih untuk bungkam.

4 Juni 2017

TOP mengakui kesalahannya dan menuliskan surat permintaan maaf yang disampaikan melalui agensinya, YG Entertainment.

5 Juni 2017

Pihak kepolisian secara resmi mengeluarkan TOP dari divisi tempatnya menjalani wajib militer. Polisi mengaku sudah mengantongi cukup bukti yang menunjukkan TOP menggunakan narkotika jenis ganja.

Dikeluarkannya TOP dari divisi wajib militernya membuat ia terancam dengan hukuman 1 tahun 3 bulan masa percobaan dan atau denda Rp 500 juta. Masa wajib militer TOP yang sudah dijalani selama 3 bulan pun dihapus. Ia harus mengulang kembali wajib militernya setelah menjalani masa percobaan.

5 Juni 2017

Selama menjalani pemeriksaan di kantor polisi, TOP menolak untuk bertemu media. Penyanyi sekaligus aktor yang satu ini memilih untuk berdiam diri di asrama dan hanya makan mi instan.

TOP kemudian dijemput oleh pihak kepolisian di asrama divisi tempatnya menjalani wajib militer untuk melakukan panggilan investigasi. Ini adalah kemunculan perdananya dihadapan publik setelah kasus penggunaan ganja merebak.

6 Juni 2017

Pukul 11.30 waktu setempat, TOP ditemukan tak sadarkan diri setelah mengonsumsi obat penenang secara berlebihan. Ia disebut-sebut mengalami overdosis dan dilarikan ke unit gawat darurat.

Sekitar pukul 18.45 waktu setempat, YG Entertainment memberikan konfirmasi bahwa sang idola memang dilarikan ke rumah sakit.

Simpang siur berita tentang TOP yang mengalami overdosis dan tidak sadarkan diri pun menjamur di media sosial. Beberapa menyebutkan sekitar pukul 19.35 waktu setempat, TOP sudah sadar. Ada juga yang menyebutkan ia belum sadar sama sekali dan mengatakan TOP dalam kondisi kritis.

7 Juni 2017

Dokter di Ewha University Hospital, Seoul, tempat TOP dirawaat menggelar konferensi pers dan memberikan pernyataan terkait kondisi TOP. Dokter mengatakan, saat TOP dibawa ke rumah sakit, ia memang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Tim paramedis mencoba membangunkan TOP dengan stimulasi normal, namun tidak ada reaksi. Mereka kemudian 'memaksa' (dengan memberikan stimulasi obat agar tubuhnya beraksi) TOP bangun namun reaksinya tidak normal.

Hasil tes vital memperlihatkan tekanan darah TOP tinggi, denyut nadinya cepat, dan pernapasannya tidak stabil. Ia menunjukkan tanda-tanda hipoksia (kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya) dengan kadar karbon dioksida (di tubuh) yang tinggi dan tanda-tanda kegagalan pernapasan.

"Dengan keadaan seperti itu, kami (tim medis) menentukan ini adalah kondisi kritis. Dari hasil tes juga memperlihatkan kemungkinan pasien bisa berhenti bernapas," ujar sang dokter.

Saat itu, TOP masih belum sadarkan diri.

8 Juni 2017

YG Entertainment kembali merilis pernyataan dan permohonan maaf kepada fans atas kasus yang menimpa TOP. Di hari ini pula TOP dikabarkan sudah sadarkan diri.

9 Juni 2017

Perwakilan Ewha University Hospital mengumumkan bahwa TOP akan dibawa keluar dari ICU. Atas persetujuan pihak keluarga, TOP dipindahkan ke rumah sakit tanpa menyebutkan nama rumah sakit tersebut.

Pihak kepolisian juga mengumumkan, mereka tengah memproses surat perintah pemberhentian TOP dari divisi tempatnya menjalani wajib militer. Setelah keluar dari rumah sakit, TOP akan dipulangkan.

Saat dibawa keluar dari rumah sakit, TOP hanya berkata, "Saya minta maaf," di tengah kerumunan media.

12 Juni 2017

YG Entertainment merilis pernyataan terkait kondisi TOP. Mereka mengatakan TOP masih menjalani perawatan dan akan tinggal di rumah sakit selama 2 minggu.