Kumparan Logo

10 Hal Ini Sebabkan Bayi Sering Kentut

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi kentut. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi kentut. Foto: Shutter Stock

Tak hanya pada orang dewasa, kentut juga sangat normal dialami oleh bayi. Bahkan, frekuensi kentut pada bayi biasanya akan lebih banyak daripada Anda lho, Moms.

Umumnya, bayi kentut karena mengalami ketidaknyamanan pada perutnya, misalnya saja saat perutnya terasa penuh. Oleh sebab itu, orang tua tidak perlu khawatir bila si kecil kentut terlalu sering. Namun, memang ada beberapa penyebab bayi kentut berlebihan yang perlu ayah dan ibu ketahui.

10 Penyebab Bayi Terlalu Sering Kentut

Bayi kentut. Foto: Shutterstock

1. Sistem pencernaan berkembang

Sistem pencernaan bayi sedang dalam tahap perkembangan, sehingga sulit baginya untuk mencerna karbohidrat, protein, dan nutrisi lain yang ada di dalam ASI. Pemecahan makanan yang tidak tepat menyebabkan gas berlebih yang terperangkap di usus, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan pada perut bayi yang ditandai dengan seringnya si kecil kentut.

2. Intoleransi laktosa

Mengutip Kids Health, intoleransi laktosa juga dapat menyebabkan gas berlebihan pada perut bayi. Karena si kecil kekurangan enzim laktase, ia tidak dapat memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Sehingga, saat ASI bergerak ke usus terkena bakteri dan memfermentasinya menjadi gas dan asam.

3. Susu yang berlebihan

Pemberian ASI atau susu formula yang berlebihan dapat menyebabkan terlalu banyak tekanan pada sistem pencernaan bayi, yang kemudian menyebabkan perut kembung dan gas.

Ilustrasi posisi menyusui. Foto: Shutter Stock

4. Posisi menyusui yang tidak tepat

Posisi menyusui yang tidak tepat, misalnya saat mulut bayi tidak melekat dengan baik pada payudara, ia mungkin menelan udara lebih banyak sehingga membuatnya kentut berlebihan.

5. Obat-obatan

Bayi mungkin diberikan obat seperti antibiotik untuk mencegah infeksi dan penyakit lainnya oleh dokter. Dokter Spesialis Anak dan Neonatologi, dr. Neema Shrestha, MD, menjelaskan di laman Mom Junction, beberapa antibiotik dapat menimbulkan efek pada sistem pencernaan, seperti membersihkan bakteri baik di dalam usus. Tidak adanya bakteri baik dapat menyebabkan perut kembung dan kentut berlebihan, Moms.

6. Makanan padat

Saat bayi memasuki masa MPASI, ia akan belajar mengonsumsi makanan padat. Sistem pencernaan yang belum berkembang maksimal akan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan hingga dapat menimbulkan gas berlebih.

ilustrasi bayi sembelit Foto: Shutterstock

7. Sembelit

Sembelit merupakan masalah pencernaan yang normal pada kebanyakan bayi. Tidak buang air besar selama beberapa hari dapat menimbulkan gas dan membuat si kecil sering kentut.

8. Kolik

Bayi akan mengalami fase menangis lebih sering yang disebut kolik. Aktivitas menangis yang terlalu banyak membuat bayi menelan lebih banyak udara dan menyebabkan gas.

kumparan post embed

9. Kurang bergerak

Bayi menghabiskan waktu lebih banyak berbaring di tempat tidur. Tidak ada yang salah dengan ini, namun, jika otot perutnya tidak dilatih untuk bergerak bisa menimbulkan pembentukan gas. Inilah alasannya mengapa ibu perlu sesekali memberikan pijatan lembut pada perut bayi.

10. Stres

Bayi dapat menyerap energi di sekitarnya. Bila ayah dan ibu sedang stres, si kecil mungkin bisa merasakannya, Moms. Hal ini bisa membuat bayi ikut stres, merasa tidak tenang, hingga mengalami ketidaknyamanan pada perutnya.