Kumparan Logo

10 Hal yang Tidak Boleh Ditonton Anak

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hal-hal yang tidak boleh ditonton anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Hal-hal yang tidak boleh ditonton anak Foto: Shutterstock

Anak-anak sangat mudah dipengaruhi oleh dunia di sekitar mereka. Tontonan anak-anak menjadi salah satu hal yang memiliki pengaruh besar terhadap si kecil. Seringkali anak menirukan adegan-adegan yang mereka lihat dari program televisi (TV).

Program televisi memang menawarkan hiburan yang bisa ditonton selama berjam-jam oleh anak. Biasanya, terdapat program televisi khusus anak yang tak hanya menampilkan sisi hiburan tapi juga edukasi. Namun, bukan tidak mungkin anak akan mengkonsumsi konten negatif dari program yang ditontonnya.

Hal-hal yang tidak boleh ditonton anak. Foto: Shutterstock

Sebagai orang tua, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan apa yang anak saksikan di layar televisinya. Oleh sebab itu, Anda juga perlu mengetahui hal-hal yang tidak boleh ditonton oleh anak-anak. Menurut All Pro Dad, terdapat 10 hal di dalam program televisi yang tidak boleh ditonton anak sebagai berikut:

Hal-hal yang Tidak Boleh Ditonton Anak

1. Program dengan bahasa yang buruk dan kekerasan

Ilustrasi Penganiayaan Foto: Pixabay

Saat anak menonton sebuah program televisi, tentu mereka akan menyimpan apa yang didengar dan dilihatnya di otak. Sehingga, besar kemungkinan mereka akan meniru kata-kata dan adegan dari program tersebut. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah menonton program kekerasan, anak-anak mengikuti langsung dengan cara yang lebih agresif.

2. Konten seksual

Ilustrasi seks. Foto: Shutterstock

Sebagai orang tua, Anda harus melindungi mata anak dari konten seksual yang tidak seharusnya mereka lihat. Mereka masih terlalu kecil untuk itu dan tidak memiliki kedewasaan untuk menanganinya. Selain itu, pasti Anda tidak ingin membangkitkan hasrat seksual anak sebelum waktunya. Sebab, hal itu akan menimbulkan banyak masalah untuk dihadapi sebagai orang tua ke depannya.

3. Adegan kriminal

Ilustrasi pembunuhan. Foto: Pixabay

Serial anak yang bertema petualangan kerap menampilkan adegan kriminal yang sangat disukai anak-anak. Beberapa konten mungkin memiliki sisi edukasi, namun penting bagi Anda untuk melindungi mata anak dari adegan yang menampilkan korban atau adegan mengerikan lainnya.

4. Film berperingkat tinggi di televisi

Hanya karena film dengan rating tinggi pada kategori PG (Parental Guidance) dan R (Restricted), bukan berarti film tersebut sesuai untuk penonton muda seperti anak-anak. Ada baiknya Anda menyaksikan trailer film terlebih dahulu untuk memastikan, sebelum menontonnya bersama si kecil.

5. Film yang ingin Anda tonton

Jangan menonton film yang belum pernah Anda tonton dengan materi yang meragukan bersama anak Anda yang dinilai di atas usianya. Membiarkan anak-anak menonton hanya karena itu lebih nyaman bagi Anda adalah selera yang buruk dan terkesan egois.

6. Kartun dewasa

Ilustrasi anime One Piece Foto: Shutter Stock

Banyak serial animasi yang ramah untuk anak-anak dan mengandung edukasi. Namun, ada beberapa kartun dewasa yang tentu saja tidak cocok untuk dikonsumsi anak karena mengandung adegan kekerasan dan adegan seksual. Penting bagi Anda untuk melihat kategori usia sebelum memberikan tontonan kartun kepada si kecil.

7. Menampilkan alkohol dan narkoba

Ilustrasi narkoba. Foto: Shutterstock

Alkohol dan obat-obatan seringkali ditampilkan dengan visual yang sangat keren dan menyenangkan di dalam sebuah film tanpa memperhatikan bahayanya. Sebaiknya, hindari film ataupun program yang menampilkan penggunaannya karena anak-anak mudah terpengaruh.

8. Menampilkan iklan yang banyak

Boneka santa yang diproduksi di pabrik mainan Fuye di Yiwu, provinsi Zhejiang, China, 16/9). Foto: Aly Song/REUTERS

Televisi dipenuhi dengan iklan yang mencoba menjual sesuatu kepada Anda. Selama program anak-anak, sebagian besar iklan ditargetkan untuk anak-anak yang berisi serba-serbi mainan hingga kebutuhan si kecil. Tujuan mereka adalah membuat anak-anak tertarik dan meminta Anda untuk membelikannya. Hal itu tentu akan menimbulkan efek buruk karena itu hanyalah keinginan sementara, belum tentu mereka akan menyukainya setelah dibeli.

9. Video musik dewasa

Beberapa lagu paling populer saat ini menawarkan setidaknya satu atau dua lirik yang tidak sesuai untuk anak-anak. Video musik juga lebih banyak menampilkan sang penyanyi atau modelnya yang berpakaian seksi. Ya, mengenalkan anak dengan lagu merupakan salah satu cara untuk mengasah kemampuan bahasanya, namun Anda masih mempunyai pilihan lain dengan menyetel lagu anak-anak, bukan lagu kesukaan Anda.

10. Terlalu banyak berita

Penting agar anak-anak Anda menyadari apa yang sedang terjadi di dunia. Biarkan mereka menonton berita bersama Anda dan diskusikan dengan mereka. Namun, Anda tetap harus memantau isi berita, karena anak tidak perlu mengetahui semuanya secara detail. Berita seringkali berisi berisi kekerasan dan gambar grafis yang bisa membuat mereka takut atau kesal.

Reporter: Hutri Dirga Harmonis

kumparan post embed