10 Jenis Nutrisi Mikro yang Diperlukan untuk Perkembangan Janin

Untuk mencapai perkembangan janin yang optimal, ibu hamil perlu memastikan bahwa status gizinya terpenuhi dengan baik melalui konsumsi makanan sehat. Tentu saja, ada banyak jenis makanan sehat yang bisa dikonsumsi ibu selama kehamilannya. Namun dari banyak makanan, pastikan semuanya harus mengandung nutrisi mikro ya, Moms.
Nutrisi mikro adalah nutrisi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Meski begitu, Dokter Spesialis Obgyn Konsultan Fetomaternal, Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG (K) mengatakan pada masa kehamilan, kebutuhan nutrisi mikro ibu hamil meningkat. Sehingga ibu hamil jangan sampai melewatkan kecukupan nutrisi mikro dalam menu makanannya.
Lantas, apa saja jenis nutrisi mikro yang perlu dipenuhi oleh ibu hamil untuk perkembangan janin dalam kandungannya? Dikutip salah satu jurnal di Oxford Academic, yang ditulis oleh Harry J McArdle and Cheryl J Ashworth berjudul Micronutrients in fetal growth and development, ada 10 jenis nutrisi mikro yang dibutuhkan oleh ibu hamil.
10 Nutrisi Mikro yang Dibutuhkan untuk Perkembangan Janin
1. Vitamin A
Retinoid yang terkandung dalam vitamin A sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi sel. Seperti penglihatan, embriogenesis, spermatogenesis, perkembangan kulit dan dalam pemeliharaan sel epitel yang terdiferensiasi. Kekurangan vitamin A selama kehamilan bisa menurunkan sistem imun dan berpengaruh terhadap perkembangan paru-paru janin.
2. Vitamin D
Vitamin D sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin. Namun kebanyakan ibu tidak memenuhi kebutuhan vitamin D hariannya karena kurang terpapar sinar mata hari. Kekurangan vitamin D akan mempengaruhi pertumbuhan janin melalui efek homeostatis kalsium ibu.
3. Vitamin E
Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin E berfungsi untuk menurunkan risiko preeklampsia, hipertensi, dan kematian pada janin.
4. Vitamin K
Gigi dan tulang janin yang sedang tumbuh memerlukan asupan cukup vitamin K dari tubuh ibu. Sebab vitamin K akan mempertahankan pertumbuhan tulang rawan dan penting untuk mineralisasi gigi. Kekurangan vitamin K pada trimester pertama kehamilan akan menyebabkan hipoplasia dan meningkatkan risiko anak terlahir dengan kondisi kelainan tulang belakang, Moms.
5. Vitamin B Kompleks
Vitamin B kompleks sangat penting bagi tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Vitamin B1 atau thiamin memiliki peran penting dalam pencegahan teratogenesis dan asupan vitamin B2 (riboflavin) mungkin berkorelasi positif pertumbuhan janin.
Vitamin B6 mencegah terganggunya insulin pankreas produksi dan suplementasi selama trimester kedua dan ketiga kehamilan dapat meningkatkan intoleransi glukosa pada ibu dengan diabetes gestasional.
Vitamin B6 juga berfungsi untuk mengembangkan sistem saraf pusat dan dapat mempengaruhi perkembangan otak dan fungsi kognitif pada janin. Selain itu, vitamin B12 bermanfaat untuk meningkatkan mielinisasi dari sistem saraf janin.
6. Vitamin C
Asupan vitamin C yang cukup untuk ibu hamil. membantu memproduksi kolagen dan pembentukan tulang janin. Selain itu, vitamin C juga bermanfaat untuk menambah berat lahir bayi di dalam kandungan, Moms.
7. Zat Besi
Kekurangan zat besi sering dikaitkan dengan peningkatan risiko pendarahan ibu dan risiko tinggi anemia. Rendahnya status zat besi selama kehamilan bisa meningkatkan rasio placenta fetal yakni prediktor untuk penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Oleh sebab itu, cukupkan zat besi Anda dengan rajin mengonsumsi vitamin zat besi.
8. Tembaga
Tembaga adalah salah satu mineral yang melindungi janin dari kelainan kulit, saraf dan rambut. Oleh sebab itu, masalah defisiensi tembaga dalam kandungan tidak bisa diabaikan. Misalnya kekurangan kolagen dan elastin bisa menyebabkan paru-paru dan sistem pernapasan janin bisa terganggu.
9. Seng
Seng adalah bagian sentral dari lebih dari 300 enzim dan protein. Mineral sangat berperan dalam pembentukan otak dan fungsi DNA. Seng ini juga meningkatkan pertumbuhan sel janin, meningkatkan produksi dan fungsi DNA, serta memberikan struktural protein pembentuk sel.
10. Yodium
Yodium merupakan mineral yang dibutuhkan ibu selama masa kehamilan. Yodium dibutuhkan untuk membantu perkembangan otak, saraf dan perkembangan janin. Jika ibu kekurangan mineral ini, bisa menyebabkan bayi cacat, dan berat badan lahir rendah.
Nah dari 10 vitamin dan mineral ini, sudahkah Anda penuhi kebutuhan hariannya untuk perkembangan janin Anda, Moms?
