Kumparan Logo

10 Jenis Obat yang Perlu Dihindari Ibu Hamil dan Bisa Berakibat Fatal!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Obat-obatan untuk Ibu Hamil Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Obat-obatan untuk Ibu Hamil Foto: Shutterstock

Selama masa kehamilan, penting bagi ibu untuk selalu menjaga apa pun yang dikonsumsi, termasuk obat. Pasalnya, obat yang dikonsumsi ibu akan turun ke janin melalui plasenta. Sehingga, obat-obatan tersebut akan mempengaruhi janin di dalam kandungan, seperti cacat lahir dan komplikasi kehamilan lainnya.

Itulah sebabnya Anda perlu berhati-hati sebelum mengkonsumsi obat-obatan selain yang diresepkan dokter. Untuk membantu Anda agar lebih waspada, berikut beberapa jenis obat yang perlu dihindari selama kehamilan, seperti dikutip dari Mom Junction.

kumparan post embed

Macam-Macam Jenis Obat yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Ilustrasi obat Ibu Hamil. Foto: Shutter stock

1. Obat jerawat

Obat yang yang mengandung vitamin A, seperti isotretinoin sering digunakan untuk mengatasi jerawat yang sedang meradang. Namun, bila obat ini dipakai ibu hamil bisa berbahaya karena dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan kelainan fisik pada bayi, seperti gangguan jantung dan otak.

2. Obat antijamur

Obat antijamur juga termasuk salah satu jenis obat yang perlu dihindari ibu hamil. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), obat antijamur seperti flukonazol biasanya sering digunakan sebagai obat sariawan dan infeksi jamur vagina. Bila obat ini sering digunakan ibu hamil, terutama selama trimester pertama, maka dapat menyebabkan perubahan bentuk wajah, bibir sumbing, kelainan tulang paha, tulang rusuk tipis, dan penyakit jantung bawaan pada bayi.

3. Obat antihistamin

Antihistamin merupakan golongan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi, seperti hidung tersumbat, gatal-gatal, dan ruam kulit. Meskipun tidak ada penelitian yang membuktikan dapat mempengaruhi janin, tetapi obat tersebut tidak termasuk kategori obat yang aman dikonsumsi selama kehamilan.

Sebagai gantinya, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan The American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACCAI) merekomendasikan ibu hamil untuk minum obat cetirizine dan loratadine setelah trimester pertama untuk mengatasinya.

4. Obat benzodiazepin

Golongan obat benzodiazepin yang terdiri dari obat clonazepam, alprazolam, lorazepam, dan diazepam sering digunakan untuk mengatasi kecemasan, serangan panik, insomnia, dan kejang.

Sesuai pedoman ACOG, penggunaan obat psikiatri selama kehamilan dan menyusui tidak menimbulkan risiko pada pertumbuhan janin. Namun pedoman itu juga mengungkapkan bahwa ada kemungkinan risiko bibir sumbing, sindrom bayi floppy, dan gangguan pernapasan pada bayi.

5. Kodein

Obat kodein biasa digunakan untuk meredakan batuk dan nyeri. Namun, sebuah studi melaporkan bahwa jenis obat ini dapat meningkatkan risiko bibir sumbing atau sindrom ketagihan obat.

Ilustrasi ibu hamil minum obat. Foto: Shutterstock

6. Obat coumadin

Jenis obat coumadin biasanya digunakan sebagai obat pengencer darah. Bila dikonsumsi ibu hamil selama trimester pertama, maka dapat meningkatkan risiko penyakit langka yang disebut sindrom warfarin janin dan kelainan sistem saraf pusat.

7. Obat fluoroquinolone

Obat ini adalah golongan dari kelas antibiotik. Penggunaan obat ini sering dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran, erosi tulang rawan permanen, dan cystic fibrosis.

8. Obat NSAID

Obat anti-inflamasi non-steroid, seperti ibuprofen, diklofenak, dan naproxen sering diresepkan sebagai pereda nyeri. Golongan obat ini harus dihindari setidaknya selama trimester pertama dan setelah minggu ke 30 kehamilan. Sebab, penggunaan obat NSAID selama kehamilan berisiko menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi.

9. Primakuin

Golongan obat primakuin, seperti obat antimalaria diketahui dapat meningkatkan risiko anemia pada janin.

10. Obat antiepilepsi

Obat antiepilepsi biasa digunakan untuk mengatasi sakit kepala sebelah atau migrain, dan penyakit kejiwaan lainnya. Namun menurut FDA, penggunaan obat antiepilepsi selama trimester pertama dapat meningkatkan risiko bibir sumbing pada bayi baru lahir.

Oleh karena itu, bila Anda mengalami keluhan ataupun gejala penyakit selama kehamilan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat ya, Moms.