Waspada Obat Kedaluwarsa, Pahami Ciri-cirinya, Moms!
ยทwaktu baca 2 menit

Obat sejatinya zat yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Namun, obat-obatan juga memiliki batas pakai dalam beberapa tahun. Biasanya, obat memiliki keterangan expired date atau tanggal kedaluwarsa pada kemasannya yang memudahkan kita untuk mengetahui kelayakan pakainya.
Sayangnya, beberapa orang bisa saja tidak memperhatikan tanggal kedaluwarsa obat saat hendak memberikan pada orang lain atau mengonsumsinya sendiri. Hal ini juga terjadi pada balita di Tangerang yang baru saja imunisasi beberapa waktu lalu.
Seorang nakes yang bertugas di puskesmas memberikan obat penurun panas yang ternyata sudah kedaluwarsa sejak tahun 2020. Ali-alih KIPI membaik, balita tersebut justru mengalami muntah-muntah.
Peristiwa ini membuat kita sebagai orang tua juga perlu waspada terkait penggunaan obat-obatan di rumah. Ada baiknya untuk memeriksa ciri-ciri obat kedaluwarsa sebelum memberikannya untuk keluarga.
Ciri-ciri Obat Kedaluwarsa yang Perlu Diperhatikan
Selain memeriksa expired date, ada banyak ciri-ciri lain jika obat telah kedaluwarsa yang perlu diperhatikan seperti dikutip dari laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berikut ini:
Obat bentuk tablet
Berubah warna, bau dan rasa.
Timbul noda bintik-bintik.
Hancur atau menjadi bubuk.
Hilang atau terlepas dari kemasan.
Lembab, lembek, basah, lengket.
Obat bentuk kapsul
Berubah warna, bau dan rasa.
Cangkang kapsul menjadi lembek, terbuka, sehingga isinya keluar.
Cangkang kapsul melekat satu sama lain, dapat juga melekat dengan kemasan.
Obat bentuk serbuk
Berubah warna, bau, dan rasa.
Lembab, lembek, basah, lengket.
Timbul noda bintik-bintik.
Kemasan terbuka, terkoyak, atau sobek.
Kemasan lembab.
Obat bentuk cairan
Berubah warna, bau dan rasa.
Keruh.
Mengental.
Mengendap.
Memisah.
Segel pada kemasan rusak atau terkoyak.
Kemasan lembab atau berembun.
Obat bentuk krim
Berubah warna, bau dan rasa.
Mengental.
Mengendap.
Memisah.
Mengeras.
Kemasan lengket.
Kemasan berlubang.
Isi bocor.
Obat steril atau injeksi
Cairan tidak kembali menjadi suspensi setelah dikocok.
Kemasan terkoyak atau sobek.
Kemasan bernoda.
Kemasan berembun.
Ada bagian yang hilang.
Ada bagian yang rusak atau bengkok.
Obat jenis aerosol
Isinya sudah habis.
Kerusakan wadah, berlubang, hingga penyok.
