10 Kondisi yang Perlu Diwaspadai Ibu saat Menyusui Bayi
ยทwaktu baca 3 menit

ASI juga merupakan nutrisi utama dan terbaik bagi bayi. Sementara menyusui dapat memberi banyak manfaat bagi bayi maupun ibu. Meski begitu, perjalanan ibu menyusui bayi tidak selalu mulus.
Laman Healthy Children yang dikelola oleh American Academy of Pediatrics (AAP) melansir, umumnya ibu akan menghadapi berbagai kondisi yang perlu diwaspadai saat menyusui. Apa saja kondisi-kondisi tersebut?
1. ASI tidak keluar setelah 5 hari bayi lahir
Jika setelah lima hari ASI belum keluar, atau payudara tidak terasa seperti terisi ASI. Maka periksakan bayi ke dokter. Ini untuk mengetahui apakah si kecil mengkonsumsi cukup ASI atau tidak. Payudara Anda juga akan diperiksa apakah sudah mengeluarkan ASI atau belum.
2. Tinja bayi tidak kuning encer
Bisanya setelah satu minggu, bayi akan mulai banyak buang air kecil dan juga buang air besar. Popoknya dapat diganti lebih dari empat hingga enam kali sehari. Urinenya juga jernih atau kuning jernih, dan tinjanya berwarna kuning encer.
Jika ternyata bayi jarang ganti popok, urinenya berwarna kuning tua atau bintik merah, tinjanya masih berwarna gelap, maka bawa si kecil ke dokter karena berarti asupan ASI-nya kurang.
3. Berat badan bayi baru lahir tidak bertambah
Di usia dua minggu, berat badan bayi seharusnya naik 150 gram hingga 200 gram. Jika berat badan bayi turun, tidak naik, atau tidak bertambah secara ideal, maka salah satu indikatornya karena si kecil tidak mendapatkan cukup ASI.
4. Belum ada let-down reflex setelah satu atau dua minggu menyusui
Ini bisa berarti produksi ASI Anda rendah, Moms. Lebih baik, minta dokter atau ahli laktasi mengevaluasi dan mengamati teknik menyusui Anda.
5. Bayi baru lahir sering tidak disusui di malam hari agar bisa tidur lama
Bayi baru lahir harus disusui secara teratur, sering, dan juga konsisten. Sebab bayi butuh menyusui setiap dua hingga tiga jam sekali agar berat badan dan tumbuh kembangnya optimal. Jadi jika bayi tidur lebih dari 4 jam di malam hari, bangunkan dan susui. Jangan biarkan bayi melewatkan sesi menyusunya walaupun sedang tidur lelap.
6. Bayi menyusu terlalu singkat atau lama
Bayi bisa saja menyusu terlalu singkat atau bahkan terlalu lama. Jika sesi menyusui secara konsisten kurang dari 10 menit selama beberapa bulan pertama, bayi bisa saja tidak mendapatkan cukup ASI. Sementara jika menyusu terlalu lama (misalnya sampai mencapai sekitar 50 menit), bayi bisa jadi tidak menerima cukup ASI karena proses menyusu yang tidak efektif atau produksi ASI yang rendah.
7. Setelah menyusu, bayi tetap tampak lapar
Ini bisa jadi tanda bayi mungkin tidak mendapatkan cukup ASI! Coba konsultasikan dengan dokter anak atau ahli laktasi dan segera timbang berat badannya. Periksa juga perlekatan dan posisi payudara agar bayi bisa mendapatkan ASI yang cukup.
8. Payudara bengkak parah
Payudara yang keras dan nyeri, akan membuat bayi tidak bisa menempel dengan benar dan Anda juga jadi tidak mau menyusui karena sakit. Coba perah ASI secara manual atau menggunakan pompa payudara elektrik sampai payudara agak melunak. Pembengkakan yang parah dan tidak mereda juga dapat mengurangi suplai ASI.
9. Payudara masih keras hingga bayi selesai menyusu
Bila hal ini terjadi, bayi mungkin tidak minum cukup ASI atau mungkin menyusu dengan tidak efektif.
10. Payudara terasa sakit saat menyusui
Jika mengalami nyeri puting yang parah atau retakan signifikan pada puting yang membuat sakit saat menyusui, maka konsultasikan dengan dokter atau ahli laktasi. Dokter akan memeriksa apakah ada infeksi puting atau payudara seperti mastitis, dan membantu melakukan perlekatan dengan benar.
