10 Tanda Pasokan ASI Ibu Berlebih
·waktu baca 3 menit

Bagi ibu menyusui, pasokan ASI yang melimpah mungkin menjadi berkah yang patut disyukuri. Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir kebutuhan nutrisi bayi setiap harinya akan kurang.
Ya Moms, hal itu memang benar adanya. Namun, pasokan ASI yang melimpah sering kali disertai dengan aliran susu yang kencang hingga membuat bayi tidak nyaman saat menyusu seperti mudah batuk, tersedak, serta menggigit puting ibu.
“Pasokan ASI yang berlebihan membuat bayi –terutama yang baru lahir tidak dapat mengontrolnya dengan maksimal sehingga ia mudah batuk karena tersedak,” jelas konsultan laktasi, Leigh Anne O’Connor, seperti dikutip dari Romper.
Mengutip La Leche League International, pasokan ASI yang berlebihan sering dianggap sebagai hal baik, namun, di sisi lain juga bisa menjadi hambatan menyusui yang umum. Berikut ini tanda bila Anda memiliki pasokan ASI yang berlebihan, Moms.
Tanda Pasokan ASI Ibu Berlebihan
Bayi gelisah selama menyusu, menangis, atau mencoba melepaskan payudara beberapa kali.
Bayi batuk, tersedak, atau tergagap karena harus menelan ASI dengan cepat.
Bayi mungkin menekan dan menggigit puting untuk memperlambat aliran ASI. Ini dapat menyebabkan puting sakit, lecet, atau berkerut yang menimbulkan sensasi tidak nyaman..
Bayi bergerak tak nyaman seperti menggeliat, melengkungkan tubuh, hingga gestur yang tampak kaku.
Sesi menyusui jadi lebih singkat karena bayi cepat kenyang akibat ASI dan udara yang tertelan. Di sisi lain, ibu juga perlu menyusui bayi lebih sering karena ia jadi mudah lapar setelahnya.
Bayi memiliki tinja berwarna hijau, bertekstur encer, dan frekuensi buang air besar bertambah.
Bayi sering muntah setelah menyusu karena memiliki banyak gas di perutnya.
Ibu menyadari adanya aliran ASI yang kuat atau Overactive Milk Ejection Reflex (OMER), sehingga sering menyebabkan kebocoran payudara meski sedang tidak menyusui.
Payudara tidak terasa benar-benar kosong setelah menyusui, namun kembali penuh dan bertekstur lebih kencang dengan cepat.
Timbul gejala penyumbatan susu bila ASI tidak dikeluarkan seperti nyeri dan bengkak pada payudara.
Pengaruh Pasokan ASI Berlebihan pada Bayi
Aliran ASI yang cenderung deras membuat bayi menyusu dalam waktu singkat. Hal ini menyebabkan si kecil hanya mengkonsumsi foremilk (ASI awal tinggi laktosa) daripada hindmilk (ASI akhir tinggi lemak). Pada akhirnya, ini mungkin menyebabkan bayi tidak benar-benar kenyang setelah menyusu, Moms.
Selain itu, asupan laktosa yang lebih banyak juga menyebabkan laktase kesulitan untuk mencernanya, sehingga membuat kandungan gula di dalamnya berfermentasi. Proses ini kemudian menyebabkan gas dan tinja berwarna hijau yang menimbulkan ketidaknyamanan pada perut jika usus teriritasi.
Sementara itu, jika suplai susu normal memungkinkan bayi untuk mengkonsumsi ASI dalam jumlah seimbang antara foremilk dan hindmilk. Kandungan lemak di dalam hindmilk akan membantu si kecil merasa kenyang lebih lama. Selain itu, kombinasi antara lemak dan laktase beranfaat untuk kesehatan usus dan sistem pencernaan si kecil, Moms.
Lantas apa yang harus dilakukan ibu jika pasokan ASI-nya berlebihan? Simak dalam artikel berikutnya ya, Moms!
