Mom
·
9 Juni 2021 13:01
·
waktu baca 2 menit

3 Cara Terapkan Pola Asuh Responsif pada Anak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
3 Cara Terapkan Pola Asuh Responsif pada Anak (32190)
Ilustrasi ibu sedang bermain bersama anak di halaman. Foto: shutterstock
Menerapkan pola asuh yang tepat pada anak bisa berdampak pada tumbuh kembang si kecil hingga dewasa. Tak hanya terhadap fisik, tapi juga mentalnya, Moms. Oleh sebab itu, pemilihan pola asuh orang tua tidak bisa sembarangan dan harus disesuaikan atas anjuran dari ahli.
ADVERTISEMENT
Salah satu pola asuh yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah pola asuh responsif atau responsive parenting. Mengutip laman resmi WHO, pola perilaku pengasuhan ini berarti mengasuh anak dengan bergantung pada perilaku anak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak itu sendiri.
Namun untuk menerapkan pola asuh ini bukan perkara mudah. Sebab, Anda memerlukan kerendahan hati yang luar biasa dan kesabaran untuk tidak melihat pertumbuhan anak dari sisi Anda. Jadi Anda tidak bisa memaksakan anak harus seperti apa, tapi lebih kepada memberikan kebebasan untuk berkembang sesuai dengan minatnya.
Lantas, bagaimana menerapkannya? Dokter Spesialis Anak, dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A(K) memberikan trik kepada orang tua, tentang cara menerapkan pola asuh responsif tersebut.
ADVERTISEMENT

Cara Menerapkan Pola Asuh Responsif pada Anak

1. Mengobservasi
3 Cara Terapkan Pola Asuh Responsif pada Anak (32191)
Ilustrasi Ibu dan Anak. Foto: Shutter Stock
Ketika Anda sedang mengasuh si kecil, usahakan untuk terus mengamati pola perkembangannya. Untuk mengobservasi ini, tidak bisa dilakukan dengan cara 'disambi' ya, Moms.
"Maksudnya tidak bisa mengawasi dan mengasuh anak sambil makan, sambil main handphone, menonton televisi, menelepon, bekerja, dan lain sebagainya. Intinya harus fokus pada anak maunya apa dan mengenali isyarat anak seperti gerakan dan ucapannya," kata dr. Mayung dalam acara webinar Rumah Sakit Pondok Indah dengan tema 'Pertumbuhan & Perkembangan Balita', beberapa waktu lalu.
2. Interpretasi
Anda juga harus memahami sinyal-sinyal yang diberikan oleh anak Anda. Misalnya anak yang sudah mulai rewel, mudah menangis, dan merengek artinya dia perlu istirahat atau menunjukkan tanda-tanda mengalami gangguan kesehatan. Anda perlu mengetahui bedanya, Moms.
ADVERTISEMENT
"Semakin kita menghabiskan waktu bersama anak, kita akan dengan cepat menginterpretasikan sinyal-sinyal yang dia berikan. Misalnya anak mulai menangis, kemungkinan dia sedang lelah atau haus. Dengan begitu, kita bisa memberikan tindakan yang sesuai kebutuhannya," kata dokter yang juga konsultan tumbuh kembang pediatri sosial ini.
3. Tindakan
3 Cara Terapkan Pola Asuh Responsif pada Anak (32192)
Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Shutterstock
Untuk menerapkan pola asuh ini, Anda perlu jeli dan cepat dalam bertindak secara konsisten dan efisien sesuai kebutuhan anak. Misalnya anak menginginkan sesuatu, seperti minta diperhatikan ketika ia sedang bermain.
Anda harus mengatakan mampu menemaninya dan melihatnya bermain, jangan sampai Anda memiliki kesibukan sendiri yang membuat si kecil merasa tidak diperhatikan. Lakukanlah secara konsisten agar anak mengetahui bahwa Anda merespons dengan baik segala tindakannya, Moms.
ADVERTISEMENT
"Melakukannya secara konsisten atau berulang, akan membuat kita memiliki kemampuan yang bagus untuk memahami anak secara baik," tutup dr. Mayung.