3 Masalah pada Bayi Baru Lahir yang Bisa Diatasi dengan Rooming In

10 November 2020 10:01 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pada trimester ketiga, ibu hamil perlu memilih tempat bersalin yang ramah ibu dan bayi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pada trimester ketiga, ibu hamil perlu memilih tempat bersalin yang ramah ibu dan bayi Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Memasuki trimester ketiga atau masa-masa akhir kehamilan, biasanya ibu mulai memilih rumah sakit untuk kelak melahirkan. Tujuannya agar ibu hamil punya cukup waktu untuk memilih tempat bersalin terbaik untuk si kecil maupun dirinya sendiri. Tak mau kan, menyesal belakangan ketika bayi baru lahir?
ADVERTISEMENT
Tapi memang, memilih rumah sakit untuk bersalin perlu dilakukan dengan cermat. Ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan.
Salah satunya yang perlu jadi pertimbangan adalah soal program rooming in atau rawat gabung bagi bayi dan ibu pascapersalinan.

Rooming In atau Rawat Gabung Bagi Ibu dan Bayi

Ilustrasi ibu dan bayi yang dirawat gabung (rooming in) di rumah sakit pascabersalin Foto: Shutterstock
Dalam program rawat gabung pihak rumah sakit akan membiarkan ibu dan bayinya bersama terus menerus pascapersalinan. Artinya, bayi tidak diletakkan di kamar khusus bayi yang terpisah namun akan diletakkan di boks bayi yang berada di dekat ranjang ibu sehingga mudah dijangkau dan dapat ibu susui kapan saja.
Kedekatan dan kebersamaan yang dimungkinkan dengan program ini sangat penting serta merupakan pilihan terbaik untuk merawat bayi dan ibu yang sehat. Rooming in juga dapat menurunkan risiko infeksi pada bayi.
ADVERTISEMENT
Bukan cuma itu, pada laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr I Gusti Ayu Partiwi, SpA yang juga dikenal dengan sapaan dr.Tiwi menjelaskan, rooming in dapat mengatasi beberapa masalah yang kerap dialami bayi baru lahir. Apa saja?

1.Masalah Pemberian ASI pada Bayi Baru Lahir

Rooming in membantu suksesnya pemberian ASI pada bayi baru lahir Foto: Shutterstock
Banyak ibu yang panik ketika pascabersalin ASI-nya belum keluar. Padahal yang perlu diketahui, produksi ASI awal (kolostrum) memang hanya sedikit sekali, Moms. Bahkan ada kalanya ASI belum keluar sampai hari 1- 2 kelahiran.
Nah, Inisiasi Menyusu Dini dan Rooming in dapat mempercepat keluarnya kolostrum bila bayi sering atau rajin disusui.

2.Turunnya Berat Badan Bayi

Rooming in dapat membantu mengembalikan berat badan bayi yang turun ke berat badan lahir Foto: Shutterstock
Berat badan bayi turun di awal kelahiran? Ini adalah hal yang normal. dr.Tiwi menjelaskan, berat badan (BB) bayi akan turun, tetapi tidak akan melebihi 7 persen dari berat badan lahir.
ADVERTISEMENT
Dalam usia 1 minggu, biasanya BB bayi akan kembali ke BB semula saat lahir. Terutama bila ibu dan bayi dirawat gabung (rooming in) sehingga ibu bisa menyusui sesering mungkin.

3.Kondisi Bayi Kuning

Ilustrasi bayi kuning atau jaundice Foto: Shuttestock
Masalah bayi kuning juga dapat diatasi dengan melakukan rooming in. Tapi tentu saja persyaratan rooming in harus diperhatikan ya, Moms. Yaitu kondisi bayi dan ibu stabil setelah kelahiran.