3 Risiko yang Bisa Dialami Ibu dan Bayi Usai Persalinan dengan Induksi
ยทwaktu baca 3 menit

Kontraksi merupakan salah satu tanda ibu bersiap untuk melahirkan. Selama proses pembukaan, kontraksi ringan mungkin akan berlangsung beberapa jam sampai akhirnya berlangsung lebih kuat sebagai pertanda bayi akan segera keluar.
Namun, ada juga beberapa ibu hamil yang akhirnya harus menjalani induksi persalinan. Ada beberapa alasan mengapa induksi dilakukan, yakni sudah lewat hari perkiraan lahir (HPL), ibu mengidap kondisi kesehatan tertentu, atau air ketuban pecah tapi belum merasakan kontraksi.
Keputusan untuk induksi dapat diputuskan dokter setelah melihat kondisi-kondisi di atas. Ibu hamil yang diinduksi juga mungkin akan merasakan rasa mulas yang luar biasa selama kontraksi.
Meski begitu, tetap ada beberapa risiko yang bisa dialami ibu maupun bayinya apabila Anda harus menjalani induksi. Apa saja?
Risiko yang Bisa Dialami Setelah Induksi Persalinan
Induksi persalinan yang diputuskan oleh dokter akan disesuaikan dengan kondisi ibu hamil dan masalah kehamilan yang dialami. Bila Anda sedang hamil, ada baiknya ikut mempersiapkan diri dengan kemungkinan melahirkan dibantu induksi, serta apa saja risikonya berikut ini.
1. Denyut Jantung Bayi Rendah
Dilansir FirstCry Parenting, menginduksi berarti mencoba melahirkan bayi bahkan sebelum ia siap dilahirkan. Kandungan hormon prostaglandin atau oksitosin yang terdapat pada obat untuk menginduksi memiliki beberapa efek samping pada bayi.
Ya Moms, tindakan ini akan memberi banyak tekanan pada bayi dan menyebabkan gangguan, karena kontraksi yang dialami ibu lebih intens. Selain itu, kontraksi berlebihan juga dapat mengurangi ketersediaan oksigen untuk bayi, sehingga akan menurunkan detak jantungnya.
2. Bayi Dirawat di NICU
Bayi yang lahir lebih cepat atau prematur, apalagi pada ibu yang melahirkan dengan diinduksi, akan mengalami kesulitan saat makan, bernapas, dan mempertahankan suhu tubuh agar stabil. Kondisi inilah yang membuat bayi harus mendapatkan perawatan di NICU.
3. Butuh Obat Pereda Nyeri
Karena induksi, Anda akan merasakan kontraksi yang lebih kuat dan intens dibandingkan persalinan alami. Pada beberapa kasus, rasa nyerinya akan terus berlangsung sampai bayi keluar. Bila Anda sudah tidak kuat, cobalah untuk meminta obat pereda nyeri pada dokter kandungan.
Yang tidak kalah penting nih, Moms! Saat dokter memutuskan untuk melakukan induksi, jangan ragu untuk bertanya seputar pilihan induksi apa yang bisa dilakukan, Moms. Biasanya, dokter akan menawarkan pilihan berdasarkan beberapa faktor, yaitu kondisi rahim, kondisi ibu, preferensi ibu, preferensi dokter, dan penyebab kebutuhan induksi.
Selain itu, beberapa hal lain yang mungkin perlu Anda tanyakan yaitu sebagai berikut:
Berapa lama kita akan mencoba cara induksi sebelum mencoba cara lain?
Apa kemungkinan risiko dan manfaat dari setiap induksi?
Apa yang terjadi jika induksi tidak berhasil dan apa langkah selanjutnya?
Apakah metode ini memerlukan pemantauan bayi yang konsisten atau hanya periode yang singkat?
Apakah saya bisa bergerak selama proses induksi berlangsung?
Jadi, bila HPL Anda tinggal menghitung hari, tidak ada salahnya untuk memantapkan fisik dan mental. Sehingga, Anda pun lebih siap menghadapi kemungkinan apa pun saat hari persalinan nanti, Moms!
