3 Tips Siapkan Dana Darurat Keluarga
·waktu baca 3 menit

Dana darurat merupakan bagian penting dalam perencanaan keuangan keluarga dan sebaiknya tidak dilewatkan oleh pasangan suami istri. Dana darurat bisa menjadi alternatif apabila keluarga Anda memiliki kepentingan mendadak seperti menutupi kekurangan biaya pendidikan anak atau kesehatan keluarga.
Meski begitu, tidak sedikit pasangan di luar sana yang mungkin belum paham sepenuhnya bagaimana cara menyiapkan dana darurat yang tepat. Padahal, menurut Retail Proposition Division Head, Bank OCBC NISP, Chinni Yanti Tjhin, tidak mempunyai dana darurat bisa membuat seseorang atau pasangan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupan di keadaan yang mendesak seperti krisis atau terkena PHK.
“Dana darurat itu basic, karena itu yang akan membantu kelangsungan hidup kita kalau terjadi sesuatu, terutama kalau sudah berkeluarga,” ujar Chinni dalam acara Chit Chat with On yang diadakan Bank OCBC NISP di First Crack Coffee, Jakarta, Selasa (11/10).
Lantas, langkah seperti apa yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana darurat keluarga?
Cara Menyiapkan Dana Darurat Keluarga
1. Pahami kondisi keuangan
Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menyiapkan dana darurat adalah memahami dulu kondisi keuangan keluarga. Pahami berapa jumlah pendapatan suami istri, pengeluaran rumah tangga, serta profil risiko setiap bulannya. Kemudian, ketahui juga arus kas saat ini, sehingga Anda tahu
berapa jumlah dana yang bisa disisihkan untuk menyiapkan dana darurat keluarga.
2. Mulai menyisihkan pendapatan
Bagi pasangan yang sudah menikah, kebutuhan dana daruratnya minimal di 6 kali dari pengeluaran bulanan. Sementara mereka yang sudah punya anak membutuhkan dana darurat minimal 9-12 kali dari pengeluaran bulanan tergantung jumlah anak yang dimiliki. Setelah mengetahui hal itu, mulailah menyiapkan dana darurat dengan menyisihkan pendapatan setiap bulan pada tempat yang aman.
“Sejak masih single harusnya sudah mulai menyisihkan, apalagi kalau sudah berkeluarga dan punya anak. Kalau bisa menabung (dana darurat) lebih dari 10 persen pendapatan itu lebih baik,” ungkap Chinni.
3. Pilih instrumen yang mudah cair
Lebih lanjut, Chinni menjelaskan, ada tiga prinsip dasar untuk menyiapkan dana darurat yaitu, harus liquid (mudah dicairkan), mudah diakses (baik saat menyimpan atau mengambil), dan aman atau tidak ada risiko. Artinya, dana darurat sebaiknya berbentuk investasi jangka pendek yang tidak memiliki risiko kerugian, Moms.
“Misalnya dengan membuat tabungan terpisah untuk dana darurat sesuai dengan kebutuhan, kalau bisa yang tidak ada biaya administrasinya. Untuk tabungan tidak harus satu bank, tapi kalau memungkinkan membuat beberapa akun (dalam satu bank) maka lebih bagus,” kata Chinni.
Kendati demikian, Chinni juga tidak menampik bahwa banyak orang yang ingin tetap mendapatkan keuntungan dari menabung dana darurat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mengalokasikan sebagian dana daruratnya ke instrumen lain seperti reksa dana.
“Tidak semua reksa dana bisa (karena ada faktor risiko), yang bisa itu misalnya pasar uang atau deposito karena dana pokoknya tidak akan berkurang dan lebih stabil daripada saham. Jadi, instrumen reksa dana dan deposito ini bisa jadi solusi untuk mengoptimalkan dana darurat dengan memilih jangka pendek,” kata Chinni lagi.
Ya Moms, itulah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk menyiapkan dana darurat keluarga. Meski begitu, Chinni juga paham bahwa menyisihkan uang untuk dana darurat itu tidak mudah, mengingat banyaknya kebutuhan rumah tangga yang perlu dipenuhi. Jadi, kuncinya adalah berani mencoba dan konsisten.
