Sekolah Makin Mahal, Simak Tips Investasi untuk Dana Pendidikan Anak
ยทwaktu baca 3 menit

Memberikan pendidikan yang terbaik menjadi keinginan para orang tua untuk anaknya. Namun, tidak dapat dipungkiri, naiknya biaya sekolah dari tahun ke tahun bisa membuat orang tua geleng-geleng kepala. Untuk biaya sekolah jenjang taman kanak-kanak (TK) atau pendidikan anak usia dini (PAUD) saja, bisa mencapai jutaan rupiah.
Oleh sebab itu, mengatur keuangan keluarga sejak awal memiliki anak untuk masa depan pendidikannya menjadi penting. Apalagi jika ingin memasukkan anak ke sekolah favorit dengan kompetensi guru dan fasilitasnya lebih mumpuni, serta metode pengajaran yang lebih baik.
"Pentingnya orang tua jika ingin memasukkan anaknya ke sekolah yang terbaik pasti akan mengeluarkan biaya ekstra. Makanya, sudah investasi dari jauh-jauh hari sejak anak lahir, agar bisa mempersiapkan si anak ketika dia ingin kita sekolahkan ke sekolah favorit atau yang terbaik," kata perencana keuangan, Mike Rini Sutikno, kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Tips Menyiapkan Investasi yang Tepat untuk Dana Pendidikan
Merencanakan investasi pendidikan memerlukan strategi khusus dan berjangka panjang, karena biaya sekolah dari TK hingga perguruan tinggi tidak dibayarkan sekaligus melainkan bertahap. Berikut strateginya menurut Mike selaku pendiri Mitra Rencana Edukasi:
1. Punya Timeline Investasi
Mempersiapkan investasi harus benar-benar dipikirkan secara matang dan persiapannya sedini mungkin. Orang tua perlu merencanakan timeline investasi atau time horizon investasi yang disesuaikan dengan waktu penarikan dana.
Misalnya, persiapan masuk SD sudah dilakukan sejak anak berusia 2 tahun. Kemudian secara paralel saat anak masuk SMP, dana sudah dipersiapkan saat anak duduk di bangku SD, dan seterusnya.
2. Pilih Produk Investasi yang Berikan Pertumbuhan Tinggi dalam Jangka Panjang
Alasan pentingnya memilih produk investasi dalam jangka panjang bertujuan agar dana pendidikan dapat berkembang dan berlipat ganda. Anda disarankan memilih produk investasi yang sesuai dengan berapa lama dana tersebut akan disimpan sebelum dipakai.
3. Jangan Tunda Berinvestasi
Mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin semakin baik, Moms. Bahkan, bila mampu, sejak anak lahir Anda sudah menentukan pilihan investasi yang akan dijalankan. Sebab, makin ditunda maka akan semakin pendek juga pertumbuhan investasi yang dipilih, sehingga hasilnya tidak akan signifikan.
4. Lengkapi dengan Asuransi Jiwa
Tidak hanya untuk anak, orang tua juga sebisa mungkin memiliki asuransi jiwa. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami musibah atau terjadi hal-hal tak diinginkan, yang kemudian berimbas pada hilangnya kemampuan untuk mempersiapkan investasi dana pendidikan anak, maka ada penggantian dari perusahaan asuransi jiwa untuk meneruskan setoran dana asuransi tersebut.
Setelah ini Anda bertanya-tanya, jenis investasi apa yang bisa diambil untuk dana pendidikan anak? Mieke menyarankan orang tua bisa memilih investasi yang berbasis saham, seperti reksa dana saham, reksa dana saham syariah, saham, hingga emas. Bisa juga pilih tabungan pendidikan, namun perlu dipahami jenis investasi ini memiliki tingkat keuntungan kecil karena tidak berfluktuasi.
Tak usah terburu-buru, Moms. Sesuaikan dengan kemampuan Anda dan suami, sehingga bisa memilih yang terbaik untuk masa depan anak.
