4 Alasan Bayi Perlu Dirawat di NICU

15 Mei 2022 10:01
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
4 Alasan Bayi Perlu Dirawat di NICU (21516)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dirawat di NICU. Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif/ANTARA
Gangguan kesehatan yang dialami bayi bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, bila penyakit yang dialami bayi tidak dapat diatasi di ruang perawatan biasa, maka bayi perlu dirawat di ruang perawatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
ADVERTISEMENT
NICU adalah ruang intensif untuk bayi yang memerlukan perawatan khusus. Namun, proses untuk memindahkan bayi ke ruang perawatan NICU terkadang memang tidak mudah, Moms.
Menurut Dokter Spesialis Anak Ahli Emergensi dan Rawat Intensif Anak, DR. Dr. Ririe Fachrina Malisie, Sp.A(K), salah satu penyebabnya adalah terbatasnya ruang perawatan NICU di setiap rumah sakit.
“Idealnya, kapasitas tempat tidur untuk ruang perawatan NICU adalah 15-20 persen dari total tempat tidur khusus anak di rumah sakit tersebut. Jadi, bayangkan saja kalau misalnya rumah sakit tersebut hanya memiliki 2-3 tempat tidur khusus NICU,” jelas dr. Ririe, dalam Konferensi Pers yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan judul ‘Mengapa Bayi dan Anak Harus Dirawat di PICU/NICU’, Kamis (12/2).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
4 Alasan Bayi Perlu Dirawat di NICU (21517)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi perlu alat bantu pernapasan. Foto: Shutterstock
Selanjutnya dr. Ririe menambahkan, bayi yang dirawat di ruang NICU biasanya mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan alat bantu pernapasan, pantauan monitor yang tidak tersedia di ruang perawatan biasa, dan tentunya pantauan ekstra dari tenaga kesehatan. Sehingga, jumlah tenaga kesehatan di ruang NICU biasanya lebih banyak daripada jumlah pasien.
Lantas, apa saja penyebab bayi perlu dirawat di NICU?

Penyebab Bayi Perlu Dirawat di NICU

4 Alasan Bayi Perlu Dirawat di NICU (21518)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dirawat di NICU. Foto: Dok. Gustaf Eza
Tidak semua bayi yang mengalami gangguan kesehatan dapat dirawat di NICU. Menurut dr. Ririe, selain terbatasnya jumlah tempat tidur, terdapat skala prioritas yang bisa dipertimbangkan, yaitu:
  • Bayi mengalami sakit kritis atau berat, tetapi dapat sembuh sempurna dengan bantuan tata laksana terapi intensif. Harapannya, bayi bisa tumbuh sesuai potensi genetiknya.
  • Bayi yang lahir dengan penyakit sangat berat, tetapi kondisi kritisnya bisa diatasi oleh tata laksana intensif. Contohnya, bayi yang lahir dengan kebocoran katup jantung, dan gangguan ginjal.
  • Bayi mengalami penyakit yang tidak disarankan untuk kontak dengan lingkungan sekitar. Contohnya, infeksi radang selaput otak.
  • Bayi mengalami penyakit yang secara medis sudah tidak dapat disembuhkan dengan tata laksana intensif. Contohnya, kanker darah.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, semakin tinggi prioritasnya, semakin tinggi juga kemungkinan bayi mendapatkan ruang perawatan NICU. Bayi yang mengalami lahir prematur, bilirubin tinggi, gangguan pernapasan, dan hipoglikemia atau gula darah rendah juga berpotensi untuk mendapatkan ruang perawatan NICU.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020