4 Hal Sederhana yang Perlu Diperhatikan saat Membesarkan Anak Praremaja
·waktu baca 3 menit

Mengasuh dan mendidik bayi, balita, anak-anak, hingga mereka yang berusia praremaja tentu membutuhkan metode yang berbeda. Ya Moms, seiring tumbuh kembangnya, akan ada banyak hal yang berubah dari buah hati Anda.
Inilah mengapa orang tua juga perlu ikut bertumbuh dengan anak, sehingga bisa turut mengerti dan menyesuaikan semua kebutuhan anak seiring ia tumbuh besar. Di usia praremaja, misalnya, anak mulai memiliki emosi yang berkaitan dengan lawan jenis atau mental yang lebih kuat sehingga ia tampak mandiri dari sebelumnya.
Sebelum mengambil keputusan soal pengasuhan praremaja, ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan ibu dan ayah karena sangat erat dengan kehidupan sehari-hari si kecil.
Yang Perlu Diperhatikan saat Membesarkan Anak Praremaja
1. Peralihan sekolah
Di masa praremaja, anak-anak berada dalam tahap di mana mereka terus berubah dan bertumbuh setiap harinya. Hal ini juga dialaminya misalnya saat peralihan dari sekolah dasar ke sekolah menengah yang mungkin akan terasa lebih berat baginya.
“Peralihan dari sekolah dasar ke sekolah menengah sering menjadi tantangan. Kesadaran sosial mereka yang meningkat dan tugas sekolah yang lebih sulit menuntut mereka lebih tinggi,” ungkap dokter anak di Portland, Jacob Sheff, seperti dikutip dari Very Well Family.
Oleh sebab itu, menurut Jacob, wajar bila anak mungkin tampak frustrasi atau tertekan dengan kehidupan barunya. Di sinilah peran orang tua untuk membantu buah hatinya beradaptasi dan menerima situasi ini.
2. Menanamkan nilai keluarga
Menanamkan nilai-nilai di dalam keluarga pada anak praremaja merupakan hal penting, Moms. Salah satu caranya adalah dengan mencontohkan langsung bagaimana perilaku yang ingin ibu dan ayah lihat dari si kecil.
“Mereka akan lebih sering mempelajari nilai-nilai keluarga dengan mengamati orang tuanya, dan akan lebih cenderung mengabaikan orang tua yang justru terlalu mendikte dengan berlebihan,” lanjut Jacob.
3. Kemandirian anak
Kebanyakan anak praremaja sudah cukup mandiri sehingga bisa melakukan berbagai tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Mulai dari menjaga kebersihan, mengerjakan tugas sekolah, hingga membantu pekerjaan rumah tangga.
Namun, jangan heran bila cara yang dipilihnya mungkin sedikit berbeda dari Anda ya, Moms. Jika pekerjaannya tampak tidak sesuai ekspektasi, cukup beri tahu dengan baik tanpa menyalahkan cara yang dipilihnya.
4. Berikan dukungan tambahan
Meski banyak anak yang lebih mandiri di usia ini, tidak sedikit juga anak-anak yang mungkin kurang termotivasi untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya sendiri. Inilah waktu yang tepat bagi ibu dan ayah untuk mulai mengajari mereka tentang tanggung jawab.
Jika si kecil tampak membutuhkan dukungan tambahan, mintalah bantuan ahli. Misalnya saja soal tugas sekolah yang tak kunjung selesai, cobalah untuk mencarikan guru les privat untuk membantunya lebih memahami materi pelajaran. Kemudian, jangan ragu untuk menghubungi layanan kesehatan atau psikolog bila Anda memiliki kekhawatiran seperti ketidakmampuan belajar, masalah perilaku, hingga kesehatan mental.
