4 Hal yang Penting Diperhatikan saat Beri Ikan Tuna untuk Bayi
·waktu baca 2 menit

Salah satu jenis ikan yang bisa digunakan sebagai campuran MPASI bayi adalah ikan tuna. Mengutip Web MD, ikan tuna mengandung vitamin B12 yang bermanfaat untuk membentuk sel darah merah dan mencegah anemia. Selain itu, tuna juga memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung.
Namun, sebelum menggunakan ikan tuna untuk bahan MPASI, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu. Simak penjelasan berikut ini sebagaimana dikutip dari Verywell Family.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Beri Ikan Tuna untuk Bayi
1. Hindari Ikan Tuna dengan Merkuri Tinggi
Beberapa jenis ikan tuna, seperti tuna dengan mata besar dan tuna yang berukuran besar, memiliki kandungan merkuri tinggi dalam dagingnya. Jenis tuna ini tidak boleh dikonsumsi oleh bayi.
“Paparan merkuri dalam jumlah besar dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi,” jelas Kristian Morey, RD, LDN, ahli diet klinis dengan program Pendidikan Nutrisi dan Diabetes di Mercy Medical Center di Baltimore, Amerika Serikat.
Ya Moms, merkuri berisiko merusak otak, ginjal, dan hati, serta menyebabkan tremor, masalah memori, dan kerusakan ginjal.
Adapun jenis ikan tuna yang cenderung rendah merkuri adalah ikan yang berukuran kecil dan ikan tuna kalengan yang sudah diproses.
2. Sediakan dalam Jumlah Terbatas
Jumlah ikan tuna yang aman dikonsumsi bayi yaitu 1 – 2 ons per minggu untuk bayi usia 6 – 12 bulan. Sementara itu, untuk usia 12 – 24 bulan, dapat diberikan 2 ons per minggu. Untuk tuna kalengan maksimal dua porsi per minggu. Membatasi jumlah ikan tuna bertujuan untuk mencegah bayi terpapar merkuri melalui daging tuna.
3. Masak Sampai Matang
Anak-anak di bawah 5 tahun tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan mentah atau setengah matang. Untuk segala jenis ikan, termasuk ikan tuna, harus dimasak hingga 63 derajat celcius. Sementara itu, untuk tuna kalengan cek labelnya terlebih dahulu apakah bisa langsung dikonsumsi atau harus dimasak terlebih dahulu. Jangan lupa juga periksa tanggal kedaluwarsanya ya, Moms.
4. Waspadai Reaksi Alergi
Makanan laut merupakan salah satu sumber alergen yang umum pada bayi dan anak-anak. Untuk itu, perhatikan reaksi alergi setelah si kecil mengkonsumsi ikan tuna, seperti gatal-gatal, bengkak, dan muntah. Hentikan pemberian ikan tuna dan segera periksakan si kecil ke dokter jika muncul gejala alergi tersebut disertai kesulitan bernapas.
