4 Jenis Bed Rest yang Perlu Diketahui Ibu Hamil
ยทwaktu baca 2 menit

Bed rest merupakan waktu istirahat yang dibutuhkan ibu hamil jika mengalami kondisi tertentu. Beberapa kondisi yang bisa sebabkan ibu hamil harus bed rest seperti, preeklamsia, plasenta previa, pendarahan, jumlah cairan ketuban yang sedikit, hingga potensi melahirkan prematur.
Waktu yang dibutuhkan ibu hamil untuk bed rest pun berbeda-beda tergantung pada seberapa parah kondisinya. Ada ibu hamil yang bed rest selama satu minggu, bahkan hingga satu bulan.
Selain itu, bed rest yang dilakukan ibu hamil juga berbeda-beda jenisnya, Moms. Ahli Obstetri dan Ginekologi di Varanasi, Dr. Richa Hatila, MD, OB/GYN, menjelaskan di laman Mom Junction, ada empat jenis bed rest yang biasanya dilakukan ibu hamil.
4 Jenis Bed Rest untuk Ibu Hamil
1. Bed rest terjadwal
Bed rest terjadwal biasanya disarankan untuk ibu di trimester ketiga, ibu yang lebih tua, atau mereka yang mengandung bayi kembar. Ibu hamil mungkin akan diminta untuk beristirahat selama beberapa waktu setiap harinya dengan membatasi hari kerja, atau menghindari aktivitas yang melelahkan seperti berjalan, naik turun tangga, hingga mengangkat benda berat.
2. Bed rest dimodifikasi
Bed rest jenis ini biasanya dilakukan dengan menghabiskan sebagian besar waktu ibu hamil dengan berbaring atau istirahat. Jumlah waktu istirahat yang disarankan dokter akan bervariasi dari beberapa jam bahkan hingga satu hari penuh.
Ibu hamil mungkin dilarang mengemudi, bekerja, menangani pekerjaan rumah tangga, berolahraga, atau mengangkat beban. Mereka biasanya hanya diperbolehkan bekerja di atas meja di rumah, namun dengan waktu yang singkat.
3. Bed rest total
Bed rest total di mana ibu hamil harus berada di tempat tidur sepanjang hari dan mungkin memiliki batasan untuk bergerak, bahkan soal berjalan ke kamar mandi. Dalam beberapa kasus, ibu hamil masih diizinkan untuk duduk dan makan, tapi ada juga ibu hamil yang hanya boleh berbaring sepanjang waktu.
4. Bed rest di rumah sakit
Ini merupakan bentuk bed rest yang paling ketat, di mana dokter tidak akan membiarkan ibu hamil bangun sama sekali dari tempat tidurnya. Mereka biasanya juga harus menggunakan pispot, termasuk pemosisian tidur secara khusus di ranjang rumah sakit. Idealnya, kepala Anda akan diposisikan lebih rendah dari tubuh untuk mengurangi tekanan pada daerah serviks.
