Kumparan Logo

4 Jenis Gangguan Makan pada Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gangguan makan pada anak. Foto: TY Lim/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gangguan makan pada anak. Foto: TY Lim/shutterstock

Anak membutuhkan asupan makanan dengan gizi seimbang agar tumbuh kembangnya berjalan optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut, orang tua perlu memperhatikan pola makan anak.

Anak yang memiliki pola makan buruk, seperti tiba-tiba susah makan atau justru makan berlebihan, hingga keinginan untuk mengonsumsi benda-benda aneh, bisa menunjukkan bahwa si kecil mungkin mengalami gangguan makan, Moms.

“Ada beberapa faktor pendukung gangguan makan pada anak, mulai dari masalah sosial hingga psikologis. Jika tidak diobati, gangguan makan dapat menyebabkan kekurangan gizi atau kelebihan berat badan yang memengaruhi perkembangan fisik dan mental anak,” jelas Dokter Anak, dr. Shaon Mitra, MD, seperti dikutip dari Mom Junction.

Nah Moms, berikut ini beberapa jenis gangguan makan yang bisa dialami anak dan perlu diwaspadai.

4 Gangguan Makan yang Bisa Dialami Anak

Anak makan tanah atau gangguan makan pica. Foto: Waridsara_HappyChildren/Shutterstock

1. Pica

Mengutip FirstCry Parenting, pica merupakan gangguan makan saat seseorang punya keinginan untuk mengonsumsi benda-benda atau zat yang bukan makanan. Sebenarnya, pica bisa terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering ditemukan pada ibu hamil, anak-anak dan orang dengan gangguan intelektual.

Beberapa benda dan zat yang dikonsumsi bisa saja berbahaya atau pun tidak membahayakan kesehatan si kecil. Misalnya, es batu, kertas, sabun, cat kering, pasir, hingga berbagai benda logam. Dokter anak di Institut Kesehatan Ibu dan Anak MAMTA, India, Dr. Arti Sharma mengatakan, pola makan yang buruk seperti ini bisa dianggap sebagai gangguan pica apabila sudah berlangsung minimal 1 bulan, Moms.

2. Keengganan makan sensorik

Mengutip Psycom, Avoidant restrictive food intake disorder (AFRID) merupakan gangguan makan yang umum dialami oleh anak-anak. Si kecil dengan kondisi ini sering menunjukkan kurangnya minat pada makanan atau keengganan sensorik terhadap makanan tertentu.

Ya Moms, misalnya anak mungkin takut menelan tekstur makanan keras atau lembut, hingga takut sakit perut atau muntah jika mengonsumsi makanan dengan aroma menyengat. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan dan kekurangan gizi pada si kecil.

Ilustrasi anak makan. Foto: Shutter Stock

3. Makan berlebihan

Anak-anak dengan gangguan makan ini dengan senang hati mengonsumsi makanan dalam jumlah tinggi pada setiap kesempatan. Namun, hal ini sering diikuti dengan rasa bersalah, menyesal, dan depresi setelahnya. Meski begitu, si kecil justru tidak tertarik untuk membuang kelebihan kalori misalnya dengan berolahraga, sehingga bisa meningkatkan risiko obesitas.

4. Anoreksia nervosa

Ini merupakan gangguan serius di mana anak memiliki berat badan rendah dan persepsi diri tentang citra tubuh yang terdistorsi. Anak-anak ini terus khawatir tentang kenaikan berat badan, serta menunjukkan ketidakpuasan pada tubuhnya.

Akibatnya, mereka rela membuat dirinya kelaparan atau mengurangi asupan kalori untuk memenuhi keinginannya. Dikutip dari Mom Junction, menurut dr. Shaon, kondisi ini bisa terjadi pada anak remaja ataupun mereka yang usianya lebih kecil.

kumparan post embed