4 Penyebab Anak Tidak Mau Makan Nasi dan Alternatif Penggantinya
·waktu baca 3 menit

Sebagian besar masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok sejak kecil. Namun, ada sebagian anak yang tidak menyukai makanan utama ini, dan itu sebenarnya normal kok, Moms.
Namun karena sudah terbiasa memilih nasi sebagai makanan pokok, penolakan ini tak jarang membuat orang tua jadi bingung dan khawatir. Sebab mereka terbiasa mendapatkan sumber karbohidrat utama dari nasi.
Merujuk laman Team Kids, karbohidrat bermanfaat sebagai penyuplai energi bagi tubuh. Anak-anak membutuhkan energi yang banyak sebab mereka terus bergerak, berbicara, dan belajar.
Lantas, sebenarnya apa penyebab anak tidak mau makan nasi? Simak alasannya dalam pembahasan di bawah ini!
Penyebab Anak Tidak Mau Makan Nasi
Ada beberapa hal yang kemungkinan besar menyebabkan anak tidak mau makan nasi. Berikut penjelasannya dirangkum dari laman Very Well Health.
1. Anak Selektif dalam Memilih Makanan
Secara alami, bayi cenderung menyukai rasa manis, sehingga mereka mudah menikmati rasa ASI. Jadi, ketika anak diberi makanan yang rasanya tawar seperti nasi, mereka mungkin akan menolak.
Namun, sebenarnya balita belajar makan dengan meniru orang tua dan saudaranya. Jadi, jika anggota keluarga mengonsumsi makanan yang beragam, kemungkinan besar mereka tidak akan selektif.
2. Takut dengan Makanan Baru
Kebanyakan anak yang berusia 2 tahun merasa takut mencoba makanan baru. Kondisi ini dikenal dengan nama neophobia.
Merujuk jurnal terbitan National Library of Medicine berjudul Neophobia-A Natural Developmental Stage or Feeding Difficulties for Children susunan Białek-Dratwa A dkk, neophobia inilah yang menjadi alasan paling umum di balik penolakan anak terhadap nasi maupun makanan lainnya.
Tidak hanya itu, neophobia juga dapat berpengaruh secara signifikan terhadap preferensi makan anak saat dewasa. Hal ini juga dapat membentuk kualitas pola makan anak.
3. Sensorik
Anak-anak memiliki indera perasa yang dua kali lebih peka dibandingkan orang dewasa. Artinya, si kecil sangat sensitif terhadap makanan dengan rasa kuat atau pahit.
Beberapa anak juga sering menolak makanan karena tidak suka tekstur, aroma, penampilan, dan warnanya. Jadi, rasa bukan satu-satunya aspek yang membuat si kecil menolak makanan seperti nasi.
4. Bosan
Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa bosan dengan rasa nasi yang hambar atau tawar. Namun, rasa bosan ini sifatnya sementara, sehingga orang tua tak perlu khawatir. Setelah si kecil tidak lagi bosan, mereka akan kembali mengonsumsi makanan pokok tersebut.
Pengganti Nasi untuk Anak Susah Makan
Sebagaimana yang sudah dijelaskan, karbohidrat termasuk gizi yang yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si kecil. Jika anak menolak makan nasi, orang tua bisa memberikan asupan karbohidrat dari makanan yang direkomendasikan Medical News Today berikut ini:
Kentang: Dalam 100 gram kentang, terdapat 17,6 gram karbohidrat, 2 gram protein, dan 74 kalori. Bahan makanan ini juga kaya akan antioksidan, anti-inflamasi, dan tidak menyebabkan kolesterol.
Ubi jalar: Dalam 180 gram ubi jalar panggang, terkandung 37,3 gram karbohidrat. Selain itu, beberapa molekul karbohidrat dalam ubi jalar ungu terbukti mengandung antioksidan dan antitumor.
Jagung: Dalam 100 gram jagung terkandung 18,7 gram karbohidrat dan 3,27 gram protein. Sayuran ini juga mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan manusia.
Oatmeal: Dalam secangkir oat mentah tersedia 103 gram karbohidrat, 26,4 gram protein, dan 16,5 gram serat. Makanan ini juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung.
Baca Juga: Nutrisi yang Diperlukan Anak di Setiap Tahapan Usia dan Contoh Makanannya
